Iran Ngamuk, 10 Rudal Balistik Ditembakkan ke Yordania

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi as iran (via REUTERS/U.S. Central Command)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Hal ini terjadi setelah Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik ke pusat komando militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Barat dan Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars, Kamis, IRGC menyebut Pasukan Dirgantaranya menembakkan 10 rudal balistik ke dua target tersebut. Iran bahkan mengklaim serangan itu berhasil "menghancurkan" kedua fasilitas militer.


Baca: Drama 48 Jam KTT NATO di Rumah Erdogan, Trump Menang Telak

Mengutip Anadolu, Jumat (10/7/2026), IRGC juga melontarkan ancaman kepada Washington. Mereka menegaskan bahwa jika militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran, maka pangkalan-pangkalan militer AS lainnya di kawasan Timur Tengah akan menjadi sasaran berikutnya.

"Jika agresi tentara teroris AS kembali terjadi, pangkalan-pangkalan AS lainnya di kawasan tidak akan luput dari serangan berat kami," demikian pernyataan IRGC.

Baca: Trump Klaim Iran Ingin Damai, tapi Ancaman Perang Masih Ada

Namun, klaim Iran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak militer AS mengenai kerusakan yang diklaim Teheran.

Di sisi lain, pemerintah Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sebagian besar rudal yang mengarah ke wilayahnya. Sementara itu, militer Yordania mengatakan sedikitnya delapan rudal yang ditembakkan dari Iran berhasil dihancurkan sebelum mencapai target.

Baca: Iran Menggila Usai Khamenei Dimakamkan, Langsung Bom Target Militer AS

Serangan terbaru ini menjadi babak lanjutan eskalasi konflik antara Iran dan AS yang dalam beberapa hari terakhir terus saling melancarkan operasi militer. Sebelumnya, militer AS mengaku telah menyerang sekitar 170 target militer Iran, termasuk fasilitas yang disebut digunakan untuk mendukung operasi terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Konflik tersebut juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan jalur energi global. Selat Hormuz yang berada di kawasan Teluk merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia, sehingga setiap eskalasi militer berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Baca: Geger Presiden Surati Raja Inggris, Minta Emas 30 Ton Segera Dicairkan

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Mashhad Iran Dimulai

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Jateng Respons OTT KPK Bupati Sukoharjo Etik Suryani: Ikan Busuk dari Kepala
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Jampidsus: Saya Diperintah Prioritaskan Kasus Korupsi BGN
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Tiga Tersangka Penyerangan Polisi Katingan Dibekuk di Samarinda
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kabar Penangkapan Maduro dan Pertanyaan tentang Kedaulatan Negara
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Kembali Geledah Ruko di Cipete Jakarta Selatan, Jadi Lokasi ke-13
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.