Pramono Akui Normalisasi Kali Ciliwung Berjalan Lambat, Sebut Pembebasan Lahan Tak Mudah

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui pembebasan lahan menjadi salah satu penyebab proyek normalisasi Kali Ciliwung berjalan lebih lambat.

Ia menyebut, proses pembebasan lahan di Jakarta tidak semudah seperti di daerah lain.

"Tetapi saya melihat progresnya (pembebasan lahan) sekarang ini jauh lebih baik dan kita kerjakan terus-menerus," ujar Pramono saat meninjau progres pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).

Baca juga: Bagaimana Nasib Angkot Tua di Bogor Setelah Dilarang Beroperasi?

Pramono mengatakan, proyek normalisasi Kali Ciliwung yang sempat terhenti kini kembali dilanjutkan.

"Ini adalah kedua kalinya saya di tempat ini dan progresnya alhamdulillah cukup baik. Tidak terbayangkan tempat yang dulu sering kali viral, dan orang pasti tidak menyangka bahwa ternyata bisa dibebaskan dan normalisasi dilakukan," kata Pramono.

Saat ini, dari target 170 bangunan yang akan dibebaskan di wilayah Cawang, sebanyak 62 bangunan telah selesai dibebaskan. Sisanya ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI masih harus menyelesaikan pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 16,5 kilometer.

Tahun ini, pembebasan lahan difokuskan di wilayah Cawang, Rawajati, dan Pengadegan dengan target sekitar 2 kilometer.

"Saya minta juga nanti untuk tahun depan, di kilometer yang belum terselesaikan, terus akan kita lanjutkan," ujar Pramono.

Ia berharap pembebasan lahan di ruas tersebut bisa selesai sehingga normalisasi dari Rawajati, Pengadegan, Cawang, hingga Cililitan dapat rampung pada 2027, bertepatan dengan HUT Ke-500 Jakarta.

Baca juga: Aku Malu Jadi Penduduk Indonesia

"Normalisasi salah satu sumbu utama, yaitu Ciliwung yang ada di Rawajati, Pengadegan, Cawang, dan Cililitan. Mudah-mudahan akan terselesaikan karena penlok-nya juga sudah kami tanda tangani," ujar Pramono.

Menurut Pramono, normalisasi Kali Ciliwung merupakan salah satu upaya jangka panjang untuk mengurangi banjir di Jakarta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain Kali Ciliwung, Pemprov DKI juga akan melanjutkan normalisasi Kali Krukut dan Kali Cakung Lama.

"Mudah-mudahan semuanya nanti di tahun 2029 bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Jakarta," kata Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jampidsus tak pahami hubungan dirinya dengan kasus blackout PLN
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Rayakan Ulang Tahun Si Kecil di Birthday Bash Hari Kedua bersama MilkLife
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Buntut Pecahnya Kaca Gendung, BGN Bakal Lakukan Evaluasi Menyeluruh
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Tangkap 4 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Pelajar di Pancoran
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
NasDem DKI Percepat Penyelesaian Aduan Warga Lewat Rumah Advokasi & Jalur Reses
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.