Jakarta (ANTARA) - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga merespons keresahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto karena timnas Indonesia belum berhasil lolos ke Piala Dunia 2026.
Keresahan ini diungkapkan Prabowo dalam acara peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.
"Ya kan jelas ya Pak Prabowo nyari Pak Ketum, Pak Erick, dan langsung nyari juga Menkeu (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa). Berarti beliau tahu juga bahwa Menkeu Pak Purbaya perlu support sepak bola Indonesia dengan anggaran dari APBN," kata Arya di Kemenpora, Jakarta, Jumat, saat ditemui awak media setelah menghadiri seremoni pelepasan tim sepak bola usia muda Indonesia ke Swedia untuk Gothia Cup 2026.
"Kan itu clear tuh karena dia seperti itu. Jadi kita butuh dukungan juga support seperti itu dari Menkeu, pendanaan," tambah dia.
Presiden mengaku masih merasa resah dan belum puas meskipun Indonesia telah mampu menerapkan program biodiesel B50, karena tim nasional sepak bola Indonesia belum berhasil menembus pesta sepak bola akbar empat tahunan itu.
Menurutnya, sepak bola merupakan bagian dari kehormatan bangsa sehingga upaya untuk membawa Indonesia masuk Piala Dunia perlu menjadi perhatian serius.
"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Nah itu saya masih...Jadi, saya resah, terus terang aja saya resah. Kita bisa B50 tetapi tidak masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas," kata Prabowo dalam pidatonya.
Baca juga: PSSI berencana bangun pusat latihan tim nasional usia dini di daerah
Ia kemudian meminta Ketua Umum PSSI Erick Thohir mencari cara agar Indonesia dapat masuk Piala Dunia dalam edisi berikutnya tahun 2030 yang dimainkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Prabowo juga bertanya kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai dukungan yang diperlukan agar Indonesia dapat mewujudkan target masuk Piala Dunia.
"Dan Pak Prabowo jelas ya dia kalau untuk hal lain naturalisasi dan sebagainya beliau sangat support. Dan sekarang beliau lihat ini butuh pendanaan, beliau juga support. Mudah-mudahan kita 2030 bisa ke sana gitu," ucap Arya.
Tim Garuda gagal bermain di putaran final Piala Dunia 2026 setelah dua kekalahan yang mereka terima dari Arab Saudi dan Irak pada putaran keempat babak kualifikasi, Oktober tahun lalu. Dua kekalahan itu membuat Indonesia gagal mengamankan satu tiket sebagai wakil Asia.
Arya berharap, setelah kegagalan menembus Piala Dunia 2026, hal yang sama tak terjadi dalam empat tahun ke depan. Ia mengungkapkan, segala perbaikan yang sudah dimulai dari sekarang, termasuk memperbaiki kualitas kompetisi liga, dapat membantu tim Garuda bermain di Piala Dunia 2030.
"Ya wajar, semua negara juga pasti pengen ke sana dan kan kemarin kita sudah berjuang tuh, sudah berjuang menuju ke sana. Capaian kita kemarin itu tertinggi sepanjang sejarah kita main bola. Artinya tahapan berikutnya ya mudah-mudahan yang kemarin lebih dari yang kemarin. Nah ini yang dilakukan," tutup dia.
Baca juga: PSSI jaring bibit atlet sepak bola melalui turnamen akar rumput
Baca juga: PSSI beri lampu hijau, larangan suporter away ditiadakan musim depan
Keresahan ini diungkapkan Prabowo dalam acara peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.
"Ya kan jelas ya Pak Prabowo nyari Pak Ketum, Pak Erick, dan langsung nyari juga Menkeu (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa). Berarti beliau tahu juga bahwa Menkeu Pak Purbaya perlu support sepak bola Indonesia dengan anggaran dari APBN," kata Arya di Kemenpora, Jakarta, Jumat, saat ditemui awak media setelah menghadiri seremoni pelepasan tim sepak bola usia muda Indonesia ke Swedia untuk Gothia Cup 2026.
"Kan itu clear tuh karena dia seperti itu. Jadi kita butuh dukungan juga support seperti itu dari Menkeu, pendanaan," tambah dia.
Presiden mengaku masih merasa resah dan belum puas meskipun Indonesia telah mampu menerapkan program biodiesel B50, karena tim nasional sepak bola Indonesia belum berhasil menembus pesta sepak bola akbar empat tahunan itu.
Menurutnya, sepak bola merupakan bagian dari kehormatan bangsa sehingga upaya untuk membawa Indonesia masuk Piala Dunia perlu menjadi perhatian serius.
"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Nah itu saya masih...Jadi, saya resah, terus terang aja saya resah. Kita bisa B50 tetapi tidak masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas," kata Prabowo dalam pidatonya.
Baca juga: PSSI berencana bangun pusat latihan tim nasional usia dini di daerah
Ia kemudian meminta Ketua Umum PSSI Erick Thohir mencari cara agar Indonesia dapat masuk Piala Dunia dalam edisi berikutnya tahun 2030 yang dimainkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Prabowo juga bertanya kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai dukungan yang diperlukan agar Indonesia dapat mewujudkan target masuk Piala Dunia.
"Dan Pak Prabowo jelas ya dia kalau untuk hal lain naturalisasi dan sebagainya beliau sangat support. Dan sekarang beliau lihat ini butuh pendanaan, beliau juga support. Mudah-mudahan kita 2030 bisa ke sana gitu," ucap Arya.
Tim Garuda gagal bermain di putaran final Piala Dunia 2026 setelah dua kekalahan yang mereka terima dari Arab Saudi dan Irak pada putaran keempat babak kualifikasi, Oktober tahun lalu. Dua kekalahan itu membuat Indonesia gagal mengamankan satu tiket sebagai wakil Asia.
Arya berharap, setelah kegagalan menembus Piala Dunia 2026, hal yang sama tak terjadi dalam empat tahun ke depan. Ia mengungkapkan, segala perbaikan yang sudah dimulai dari sekarang, termasuk memperbaiki kualitas kompetisi liga, dapat membantu tim Garuda bermain di Piala Dunia 2030.
"Ya wajar, semua negara juga pasti pengen ke sana dan kan kemarin kita sudah berjuang tuh, sudah berjuang menuju ke sana. Capaian kita kemarin itu tertinggi sepanjang sejarah kita main bola. Artinya tahapan berikutnya ya mudah-mudahan yang kemarin lebih dari yang kemarin. Nah ini yang dilakukan," tutup dia.
Baca juga: PSSI jaring bibit atlet sepak bola melalui turnamen akar rumput
Baca juga: PSSI beri lampu hijau, larangan suporter away ditiadakan musim depan





