Kronologi Kecelakaan Maut KA Logawa Vs Truk Ekspedisi di Nganjuk, Sopir Meninggal di Tempat

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Kronologi kecelakaan maut KA Logawa vs truk ekspedisi di Nganjuk. Sopir dikabarkan meninggal di tempat.

Kecelakaan maut, pada Kamis (9/7/2026) melibatkan Kereta Api (KA) Logawa relasi Purwokerto-Ketapang, sebuah truk ekspedisi, dan sepeda motor. Peristiwa ini terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 103, Km 126+428, petak jalan antara Stasiun Bagor dan Stasiun Saradan, Jalan Raya Surabaya-Madiun, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan keterangan dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk, peristiwa tersebut berawal sekira pukul 14.15 WIB. Saat itu, sebuah truk ekspedisi dengan nomor polisi (nopol) L 9417 CL dan sepeda motor Honda Supra berpelat nomor AG 3530 XA bergerak searah dari arah barat menuju ke timur di Jalan Raya Surabaya-Madiun.

Truk ekspedisi itu dikemudikan oleh pria berinisial TNA, sementara sepeda motor ditunggangi oleh pengendara berinisial DJN. Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngajuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin mengatakan, insiden itu terjadi saat kedua kendaraan itu hendak melintas perlintasan sebidang JPL 103 Nganjuk.

"Bersamaan muncul kereta api Logawa dari timur ke barat," ujar Ipda Wahby Irfan Izzudin, dilansir dari Kompas.com.

Lantaran jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan hebat tidak bisa dihindarkan dan bagian depan bodi truk langsung tertabrak dengan keras oleh KA Logawa yang sedang melaku. Benturan tersebut membuat bodi truk terhempas ke samping dan menimpa pengendara motor Hondra Supra di dekatnya.

Setelah kejadian itu, bodi depan truk ringsek parah dan sepeda motor mengalami kerusakan berat. Adapun, akibat kecelakaan tersebut, pengemudi dari truk ekspedisi dikabarkan meninggal dunia di lokasi akibat mengalami luka parah.

"Pengemudi truk meninggal dunia dengan luka di kepala, tangan, dan kaki. Pengemudi Honda Supra mengalami luka pada kaki kanan dan tangan kanan patah," imbuhnya.

Petugas kepolisian bersama tim medis lalu segera melakukan proses evakuasi dan jenazah sopir truk yaitu TNA langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Nganjuk. Sementara itu, pengendara motor DJN dikabarkan alami patah tulang dan segera dilarikan ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan intensif.

Akibat insiden ini, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan hingga terpaksa melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) demi keselamatan selama proses evakuasi bangkai truk dilakukan. Pihak KAI Daop 7 Madiun mencatat sedikitnya ada lima perjalanan kereta api utama yang terdampak langsung, antara lain KA Ranggajati, KA Argo Semeru, KA Brantas, KA Argo Wilis, dan KA Jayakarta.

Selain kelima kereta tersebut, beberapa kereta lain yang melintas di jalur tersebut juga turut mengalami keterlambatan operasional. Atas gangguan ini, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan kereta api.

 

"KAI akan terus mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan hingga seluruh perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali berjalan normal," tegasnya.

Dalam kronologi kecelakaan maut KA Logawa ini, hasil identifikasi awal dari pihak kepolisian menduga kuat adanya faktor kelalaian petugas. Satlantas Polres Nganjuk menduga palang pintu perlintasan telat menutup saat kereta hendak melintas, sehingga truk ekspedisi tersebut tetap melaju.

"Identifikasi awal, kemungkinan petugas penjaga jalan lintasan telat menutup palang pintu," ungkap Ipda Wahby.

Melansir dari Suryamalang.com, dalam rekaman CCTV yang dianalisis, terlihat jelas palang pintu perlintasan memang terlambat diturunkan dan baru benar-benar tertutup persis saat KA Logawa menghantam bodi truk ekspedisi. Meski begitu, pihak kepolisian menegaskan masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut demi mengumpulkan fakta-fakta hukum yang utuh.

"Kami menelusuri lebih lanjut terkait fakta dalam kejadian dan memeriksa saksi. Kami turut meminta keterangan dari petugas palang pintu. Termasuk memeriksa CCTV," jelasnya.

Sementara itu, salah satu penumpang KA Logawa yaitu Muhammad Zidan (20) mengaku sama sekali tak mengira jika kereta yang ditumpanginya terlibat kecelakaan hebat dengan kendaraan lain. Zidan yang naik dari Surabaya menuju Yogyakarta dan duduk di gerbong nomor tiga dari lokomotif, sempat mengira guncangan tersebut akibat ulah jahil seseorang di atas rel.

"Saya kira guncangan itu imbas roda kereta melindas batu di rel. Saya kira ada orang iseng meletakkan batu di atas rel. Ternyata kecelakaan. Kereta juga sempat mengerem," kata Zidan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
B50 Resmi Diluncurkan, Benarkah Bisa Bikin Negara Hemat Rp170 Triliun?
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Aliansi Mahasiswa Sumut Kepung Kejati Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi di Daerah hingga Skandal Jampidsus
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Impor Nafta dari AS Meningkat, Pasokan Bahan Baku Plastik Diklaim Kembali Normal
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Pemenang Tender Stadion Untia Ditargetkan September, Groundbreaking Calon Markas Baru PSM Makassar Berpeluang Digelar Akhir 2026
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Kasus Dokter Icha, Pacar dan Orangtua Diperiksa Polda NTT
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.