Baca juga: Potongan Biaya Layanan Marketplace untuk UMKM Ditargetkan Berlaku Mulai Agustus 2026
Maman mengatakan pembinaan tersebut perlu dilakukan melalui pendekatan yang berorientasi pada pengembangan usaha sehingga mampu menciptakan pengusaha yang mandiri.
"Kami dari Kementerian UMKM wajib hadir bersama-sama mendukung dan menyukseskan semakin banyak program seperti ini agar ditiru oleh grup-grup usaha lainnya untuk menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru di tanah air," kata Maman dalam acara Diplomat Success Challenge (DSC) dikutip dari Antara.
Menurut dia, semakin banyak perusahaan yang membina calon wirausaha, semakin besar peluang lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja. Ia menyebut setiap entrepreneur yang berhasil mengembangkan usahanya berpotensi menyerap lima hingga 10 tenaga kerja sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Maman mengatakan Kementerian UMKM saat ini tengah mengembangkan konsep Corporate Business Responsibility (CBR) yang mendorong perusahaan tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga berperan dalam mencetak pengusaha baru melalui pembinaan dan pendampingan usaha.
Menurut dia, pendekatan CBR tersebut berbeda dengan program CSR karena berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu membangun bisnis secara mandiri dan berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha baru hingga 2029 sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Melalui target tersebut, rasio kewirausahaan Indonesia diharapkan naik dari 3,35 persen menjadi 3,6 persen pada 2029.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)





