Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di kalangan suporter Persebaya atau yang biasa diesbut Bonek. Ucapan belasungkawa dan doa pun membanjiri media sosial sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap klub berjuluk Bajol Ijo tersebut.
Semasa hidupnya, Andie Peci dikenal sebagai figur yang memiliki prinsip kuat dan konsisten memperjuangkan eksistensi Persebaya ketika klub mengalami masa sulit akibat dualisme kompetisi dan pembekuan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada periode 2010 hingga 2017.
Baca Juga :
Enggan Sesumbar, Haaland Sebut Peluang Norwegia Masih Rendah di Piala Dunia 2026Bersama elemen suporter lainnya, Andie Peci aktif mengawal perjuangan agar Persebaya kembali diakui sebagai klub resmi. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Persebaya kembali berkompetisi di Liga Indonesia pada awal 2017.
Perjuangan itu membuat nama Andie Peci tidak hanya dikenal sebagai tokoh suporter, tetapi juga menjadi salah satu simbol kebangkitan Persebaya di tengah masa-masa sulit klub.
Kepergian Andie Peci meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, komunitas Bonek, insan sepak bola nasional, serta masyarakat Surabaya yang mengenalnya sebagai sosok yang setia memperjuangkan kecintaannya terhadap Persebaya hingga akhir hayat.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





