WONOSOBO, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada periode Juli hingga September 2026 agar waspada penurunan suhu udara.
Hal ini berkaitan dengan fenomena embun beku atau embun upas. Pada puncak musim kemarau, suhu udara di kawasan tersebut bahkan dapat mencapai di bawah 0 derajat Celsius.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Yoga Sambodo, mengingatkan wisatawan agar mempersiapkan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca di Dieng.
Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG 11-12 Juli 2026, Sejumlah Wilayah Masih Hujan Lebat dan Angin Kencang
Menurutnya, penggunaan pakaian hangat seperti jaket tebal, sarung tangan, dan kaus kaki sangat diperlukan untuk mengurangi risiko terpapar suhu dingin ekstrem.
"Kami imbau wisatawan yang akan berkunjung selama periode Juni sampai September untuk menyiapkan pakaian yang disesuaikan dengan kondisi setempat, seperti jaket tebal, sarung tangan, dan kaus kaki," kata Yoga di Semarang, Kamis (9/6/2026), dikutip dari Antara.
Yoga menjelaskan, suhu udara di kawasan Dieng selama periode tersebut dapat turun hingga di bawah nol derajat Celsius.
Kondisi itu menyebabkan terbentuknya butiran es di permukaan tumbuhan maupun benda lain yang dikenal masyarakat sebagai fenomena embun upas.
Menurut BMKG, secara klimatologis fenomena tersebut berkaitan dengan kondisi atmosfer pada musim kemarau.
Pada periode Juni hingga September, tekanan udara di Benua Australia lebih tinggi dibandingkan Asia, sehingga memicu angin monsun Australia bertiup menuju Asia melintasi Indonesia. Kondisi ini menandai berlangsungnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- suhu dieng
- suhu dingin
- penyebab suhu dingin





