jpnn.com, JAKARTA - Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Anti-Korupsi (GPM-AK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan membantu penanganan dugaan rasuah dalam penimbunan emas dan dolar yang ditemukan penyidik Polri di properti milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah.
Guna menyampaikan desakan itu, GPM-AK menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jumat (10/7).
BACA JUGA: Heran Dikaitkan dengan Blackout Berbau Korupsi, Jampidsus Singgung Audit Batu Bara PLTU
Dalam aksi itu, massa GPM-AK meminta Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri mengusut tuntas kasus tersebut tanpa pandang bulu.
Pedemo juga membentangkan poster bertuliskan "Mendesak KPK Turun Tangan Asistensi Kasus Febrie" dalam aksi itu.
BACA JUGA: Kortastipidkor Polri Sita Aset Senilai Rp 476 Miliar dari Rumah di Sentul
"Kami mengapresiasi Kortastipidkor Polri yang menangani perkara ini," ujar Amri, salah seorang orator aksi GPM-AK
Dalam aksi itu, sejumlah poster bernada kritik, antara lain, bertuliskan "Rakyat Jual Emas Demi Bertahan Hidup, Oknum Penegak Hukum Timbun Emas Hasil Korup" dan "Ekonomi Sulit, Rakyat Menjerit, Oknum Penegak Hukum Sembunyin Duit #MariKitaLawan" juga dibentangkan di depan Polda Metro Jaya.
BACA JUGA: Listrik Blackout, Bareskrim Polri Endus Korupsi & TPPU Pengadaan Batu Bara PLTU
Amri menegaskan pihaknya datang untuk mendukung aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara itu.
"Kami hadir untuk mendorong Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya agar tidak takut membongkar sampai ke akar-akarnya dugaan maling uang rakyat, penimbun dolar dan emas," katanya.
Selain itu, massa juga menolak segala bentuk intervensi dalam proses penegakan hukum. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak Intervensi Militer dalam Penegakan Hukum" serta "TNI Milik Rakyat, Jangan Jagain Penegak Hukum Maling" berkelir merah dan putih.
"Jangan ada intervensi dari pihak mana pun yang menghalangi penyidikan terhadap sosok Febrie Adriansyah," ujar Amri.
Selain itu, massa meminta penyidik menelusuri seluruh aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Mereka bahkan membawa poster bergambar tikus memegang emas dengan tulisan "Rakyat Bersama Tim Tastipikor Bongkar Pejabat Maling Tumpuk Emas dan Dolar."
Dalam orasinya, Amri juga mempertanyakan asal-usul kekayaan yang menurutnya perlu diusut aparat.
"Bukan hanya rupiah yang disimpan di brankas. Ada dugaan dolar Singapura dan emas dalam jumlah besar. Semua itu harus dibuka secara terang," ucapnya.(kkp/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Merespons Penggeledahan oleh Polri, Jampidsus Singgung soal MBG
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




