Tangerang (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan restorasi Candi Prambanan yang disepakati Pemerintah Indonesia dan India menjadikan situs warisan budaya dunia tersebut sebagai destinasi spiritual global.
Ia mengatakan Prambanan memiliki potensi besar berkembang sebagai destinasi budaya sekaligus spiritual kelas dunia.
"Sebagai salah satu Candi Siwa terbesar di dunia, Prambanan tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi pusat peradaban, riset, dan pengembangan pengetahuan tentang Hindu,* kata Ni Luh dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Jumat.
Selain itu, pengembangan Prambanan juga berpotensi menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara dengan populasi umat Hindu yang besar.
Baca juga: Kunjungan PM Modi ke Prambanan momentum warisi nilai luhur Nusantara
“Saat ini terdapat lebih dari 1,2 miliar umat Hindu yang tersebar di India, Nepal, Bangladesh, Indonesia hingga Eropa dan Amerika. Ini merupakan pasar potensial yang dapat diperkenalkan lebih jauh kepada Indonesia melalui pendekatan budaya dan pariwisata,” kata Ni Luh.
Ia menegaskan pengembangan kawasan Prambanan akan tetap mengedepankan keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata.
“Prinsip kami sangat jelas, yaitu menjaga keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata,” ujarnya.
Sebelumnya Pemerintah Indonesia dan India menyepakati kerja sama restorasi Candi Prambanan sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan budaya dunia sekaligus mendukung pengembangan kawasan Prambanan sebagai destinasi budaya dan spiritual yang semakin dikenal di tingkat global.
Kesepakatan restorasi itu disahkan saat Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu (8/7/2026), dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Indonesia.
Baca juga: Menpar nilai Indonesia dan India punya kedekatan peradaban yang kuat
Kunjungan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat fungsi Prambanan sebagai ruang spiritual dan budaya bagi umat Hindu, dengan tetap menjaga prinsip pelestarian cagar budaya serta pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.
Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan restorasi merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian Candi Prambanan sebagai salah satu situs warisan budaya dunia sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan India di bidang pelestarian cagar budaya.
Ariawan mengatakan restorasi diperlukan untuk memastikan kondisi fisik Candi Prambanan tetap terjaga di tengah tantangan usia bangunan dan pengaruh faktor alam.
“Dengan perawatan yang berkelanjutan, nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang terkandung di dalam kompleks candi dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Baca juga: Kementerian Pariwisata sambut rencana restorasi Candi Prambanan
Ia mengatakan Prambanan memiliki potensi besar berkembang sebagai destinasi budaya sekaligus spiritual kelas dunia.
"Sebagai salah satu Candi Siwa terbesar di dunia, Prambanan tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi pusat peradaban, riset, dan pengembangan pengetahuan tentang Hindu,* kata Ni Luh dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Jumat.
Selain itu, pengembangan Prambanan juga berpotensi menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara dengan populasi umat Hindu yang besar.
Baca juga: Kunjungan PM Modi ke Prambanan momentum warisi nilai luhur Nusantara
“Saat ini terdapat lebih dari 1,2 miliar umat Hindu yang tersebar di India, Nepal, Bangladesh, Indonesia hingga Eropa dan Amerika. Ini merupakan pasar potensial yang dapat diperkenalkan lebih jauh kepada Indonesia melalui pendekatan budaya dan pariwisata,” kata Ni Luh.
Ia menegaskan pengembangan kawasan Prambanan akan tetap mengedepankan keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata.
“Prinsip kami sangat jelas, yaitu menjaga keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata,” ujarnya.
Sebelumnya Pemerintah Indonesia dan India menyepakati kerja sama restorasi Candi Prambanan sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan budaya dunia sekaligus mendukung pengembangan kawasan Prambanan sebagai destinasi budaya dan spiritual yang semakin dikenal di tingkat global.
Kesepakatan restorasi itu disahkan saat Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu (8/7/2026), dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Indonesia.
Baca juga: Menpar nilai Indonesia dan India punya kedekatan peradaban yang kuat
Kunjungan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat fungsi Prambanan sebagai ruang spiritual dan budaya bagi umat Hindu, dengan tetap menjaga prinsip pelestarian cagar budaya serta pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.
Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan restorasi merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian Candi Prambanan sebagai salah satu situs warisan budaya dunia sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan India di bidang pelestarian cagar budaya.
Ariawan mengatakan restorasi diperlukan untuk memastikan kondisi fisik Candi Prambanan tetap terjaga di tengah tantangan usia bangunan dan pengaruh faktor alam.
“Dengan perawatan yang berkelanjutan, nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang terkandung di dalam kompleks candi dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Baca juga: Kementerian Pariwisata sambut rencana restorasi Candi Prambanan





