Gempa Venezuela Tewaskan 3.811 Orang, Sebagian Besar Tim Penyelamat Internasional Akhiri Operasi Pencarian

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Venezuela dilaporkan telah meningkat menjadi 3.811 orang, dengan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai 6,7 miliar dolar AS. Mengingat besarnya kebutuhan bantuan kemanusiaan pascabencana, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 8 Juli menyerukan penggalangan dana darurat hampir 300 juta dolar AS untuk mendukung operasi bantuan.

Menurut laporan AFP, Venezuela diguncang gempa berkekuatan M7,2 dan M7,5 pada 24 Juni. Dua minggu setelah bencana, sebagian besar tim penyelamat internasional telah mengakhiri operasi pencarian korban selamat. Namun, banyak keluarga masih terus mencari jenazah kerabat mereka di antara puing-puing bangunan yang runtuh.

Pemerintah Venezuela pada 8 Juli memperbarui data korban menjadi:

Gempa tersebut menghancurkan banyak bangunan tempat tinggal di Negara Bagian La Guaira, menyebabkan ribuan warga kehilangan rumah.

Selain itu, Bandara Internasional Simón Bolívar di Caracas juga mengalami kerusakan dan hingga kini masih belum dibuka kembali untuk penerbangan komersial.

PBB memperkirakan bahwa rangkaian dua gempa besar tersebut mengakibatkan kerugian sekitar 6,7 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar 6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Venezuela.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher, dalam sebuah pertemuan mengenai penanganan bencana mengatakan bahwa PBB sedang menggalang dana sebesar 296 juta dolar AS agar selama enam bulan ke depan dapat memberikan bantuan mendesak kepada sekitar 1,3 juta korban terdampak.

Pemerintah di ibu kota Caracas juga menyerukan agar aset-aset Venezuela yang dibekukan di luar negeri dapat dilepaskan guna membantu membiayai proses pemulihan pascabencana.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan bahwa ia telah meminta Raja Charles III dari Britania Raya untuk melepaskan sekitar 30 ton emas milik Venezuela yang dibekukan akibat sanksi Inggris.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat telah mencabut sementara sejumlah sanksi ekonomi terhadap Venezuela selama empat bulan guna mempermudah pelaksanaan operasi bantuan kemanusiaan setelah gempa.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pejabat Iran Sebut Serangan AS Tak Ganggu Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Said Didu Sebut Prabowo Sangat Tidak Hati-Hati Pilih Pembantunya: Yang Dipilih Koncoisme
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Hasil Piala AFF Putri 2026: Timnas Indonesia Putri Sikat Timor Leste 2-0 di Malaysia
• 56 menit lalubola.com
thumb
Harga Daging Ayam Merosot Drastis Selama Libur Sekolah, Rp32 Ribu per Kilogram
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Industri Fintech Indonesia Masuki Fase Pendewasaan, Ini Lima Tren Utamanya
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.