BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah warga Kota Bekasi mengeluhkan perubahan kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir.
Pada siang hari, suhu udara terasa lebih panas hingga mencapai sekitar 33 derajat Celsius, sedangkan pada malam hingga dini hari udara justru terasa lebih dingin.
Nadiyah (24), warga Bekasi Utara, mengatakan suhu panas paling terasa saat dirinya beraktivitas di luar rumah.
Baca juga: Dikritik Mirip Gedung Kantor, Desain Perpustakaan Modern Kota Bekasi Bakal Diubah
Menurut dia, kondisi tersebut membuat tubuh lebih cepat gerah dan haus sehingga harus lebih sering membawa air minum.
“Paling kerasa kalau lagi aktivitas di luar rumah. Jadi lebih sering gerah dan cepat haus,” ujar Nadiyah saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (10/7/2026).
Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik ketika malam hari.
Nadiyah mengaku udara terasa jauh lebih dingin saat memasuki malam hingga dini hari.
“Nah kalau malam ini malah terasa dingin. Jadi beda banget,” katanya.
Baca juga: Ada Studio Animasi dan Working Space, Perpustakaan Kota Bekasi Ditargetkan Rampung 2028
Keluhan serupa disampaikan Achmad (28).
Ia mengatakan perbedaan suhu antara siang dan malam hari cukup terasa, terutama saat berkendara menggunakan sepeda motor pada malam hari.
“Siang panas banget, apalagi kalau kena matahari langsung. Tapi kalau malam saat naik motor justru terasa lebih dingin, sampai harus pakai jaket,” ujar Achmad.
Menurut Achmad, perubahan suhu yang cukup drastis dalam satu hari membuat dia harus lebih menjaga kondisi tubuh.
“Kayaknya harus sedia obat dan vitamin. Soalnya cuacanya berubah drastis dalam sehari,” kata dia.
Baca juga: Pemkot Bekasi Bangun Perpustakaan Modern Lima Lantai, Ramah Disabilitas dan Berbasis Digital
Selain itu, ia juga menyiapkan perlengkapan tambahan saat harus beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.