Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menawarkan hunian di rumah susun (rusun) Rorotan dan Pulogebang kepada warga yang terdampak pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Sungai Ciliwung. Dia menyebut fasilitas tersebut disiapkan sebagai salah satu opsi relokasi bagi warga yang bersedia pindah.
Pramono mengatakan Pemprov DKI selalu menawarkan rusun dalam setiap proses pembebasan lahan. Namun, keputusan untuk menempati rusun tetap diserahkan kepada warga.
Advertisement
“Dalam setiap proses pembebasan lahan, kami juga menawarkan fasilitas rumah susun milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jika masyarakat bersedia, tentu akan kami fasilitasi,” kata Pramono di Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).
Meski begitu, dia mengakui tidak semua warga terdampak bersedia direlokasi ke rumah susun. Menurutnya, sebagian warga memilih tetap tinggal di sekitar lokasi karena faktor pekerjaan, lingkungan, maupun keluarga.
“Permasalahannya, tidak semua warga ingin pindah karena mata pencaharian mereka berada di kawasan ini, sudah terbiasa tinggal di sini, atau memilih tinggal bersama keluarganya. Namun apabila bersedia, rumah susun yang kami siapkan, antara lain di Rorotan dan Pulau Gebang, dapat ditempati,” jelasnya.




