Istanbul (ANTARA) - Komisi Militer Partai Buruh Korea Utara mengusulkan perluasan fungsi badan intelijen militer negara itu, ungkap laporan media pemerintah, Jumat.
Usulan tersebut disampaikan dalam rapat pleno pertama Komisi Militer Pusat ke-9 Partai Buruh Korea yang digelar sehari sebelumnya, tulis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Rapat yang dipimpin Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un itu membahas langkah-langkah untuk memperluas fungsi dan tugas Biro Pengintaian dan Intelijen Umum (General Reconnaissance and Intelligence Bureau/GRIB).
Menurut KCNA, badan tersebut berperan penting dalam memantau ancaman dari pihak yang dianggap sebagai musuh, mengumpulkan informasi strategis, serta meningkatkan kemampuan pengintaian dan intelijen militer secara menyeluruh.
Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa Korea Utara diyakini telah mengembangkan Biro Pengintaian Umum (General Reconnaissance Bureau), badan mata-mata utama negara itu, menjadi GRIB.
Langkah tersebut dinilai bertujuan memperkuat kemampuan Korea Utara dalam menghimpun dan menganalisis intelijen dari luar negeri.
Yonhap juga melaporkan bahwa keberadaan GRIB pertama kali terungkap pada September 2025.
Kepala badan itu, Ri Chang-ho, terlihat memimpin satuan operasi luar negeri dalam parade militer di Pyongyang pada 25 Februari tahun ini yang digelar untuk menandai kongres kesembilan Partai Buruh Korea.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS batasi pertukaran intelijen tentang Korut dengan Korsel
Baca juga: Intelijen Korsel: 100 tentara Korut yang dikirim ke Rusia tewas
Usulan tersebut disampaikan dalam rapat pleno pertama Komisi Militer Pusat ke-9 Partai Buruh Korea yang digelar sehari sebelumnya, tulis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Rapat yang dipimpin Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un itu membahas langkah-langkah untuk memperluas fungsi dan tugas Biro Pengintaian dan Intelijen Umum (General Reconnaissance and Intelligence Bureau/GRIB).
Menurut KCNA, badan tersebut berperan penting dalam memantau ancaman dari pihak yang dianggap sebagai musuh, mengumpulkan informasi strategis, serta meningkatkan kemampuan pengintaian dan intelijen militer secara menyeluruh.
Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa Korea Utara diyakini telah mengembangkan Biro Pengintaian Umum (General Reconnaissance Bureau), badan mata-mata utama negara itu, menjadi GRIB.
Langkah tersebut dinilai bertujuan memperkuat kemampuan Korea Utara dalam menghimpun dan menganalisis intelijen dari luar negeri.
Yonhap juga melaporkan bahwa keberadaan GRIB pertama kali terungkap pada September 2025.
Kepala badan itu, Ri Chang-ho, terlihat memimpin satuan operasi luar negeri dalam parade militer di Pyongyang pada 25 Februari tahun ini yang digelar untuk menandai kongres kesembilan Partai Buruh Korea.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS batasi pertukaran intelijen tentang Korut dengan Korsel
Baca juga: Intelijen Korsel: 100 tentara Korut yang dikirim ke Rusia tewas





