tvOnenews.com - Pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia, menegaskan anak asuhnya berada dalam kondisi siap menghadapi tantangan besar melawan Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026.
Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Baik Belgia maupun Spanyol sama-sama memburu satu tiket menuju babak semifinal Piala Dunia 2026.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Blake Dahlin
Jelang laga kontra Spanyol, Rudi Garcia menilai anak asuhnya sudah siap untuk memberikan performa terbaik.
Ia juga menilai performa Kevin De Bruyne Cs terus mengalami peningkatan sejak awal turnamen. Hal itu membuat kepercayaan dirinya semakin tinggi.
Menurut pelatih asal Prancis tersebut, perkembangan positif yang ditunjukkan skuad menjadi modal penting untuk menghadapi salah satu favorit juara Piala Dunia 2026.
"Kondisi kami baik, dan jika kami terus menunjukkan peningkatan, kami berharap bisa menampilkan performa terbaik saat melawan Spanyol, sesuatu yang pastinya kami butuhkan," ujar Garcia.
Garcia juga meminta para pemain tampil penuh keyakinan. Ia percaya mentalitas menjadi faktor penting saat menghadapi lawan sekelas Spanyol.
Pelatih yang pernah menangani AS Roma itu mengakui kualitas La Furia Roja. Apalagi, Spanyol datang dengan status juara EURO dan tampil konsisten sepanjang turnamen.
- REUTERS/Daniel Cole
Meski demikian, Garcia menolak jika Belgia dianggap datang sebagai tim yang sudah kalah sebelum bertanding.
"Spanyol jelas merupakan tim yang lebih diunggulkan. Mereka adalah juara EURO terakhir dan tim berkualitas tinggi, namun kami tidak akan merasa rendah diri," jelas Garcia.
"Kami tahu mereka tim yang hebat, tetapi kami juga memiliki kekuatan yang bisa kami tunjukkan. Kami bertekad untuk memberikan perlawanan sengit hingga titik di mana kami berharap bisa menyingkirkan mereka," tambah dia.
Belgia datang dengan motivasi besar untuk mengulang pencapaian manis pada Piala Dunia 2018 ketika berhasil melangkah hingga semifinal.
Garcia menegaskan target tersebut masih sangat realistis selama timnya mampu melewati rintangan berat bernama Spanyol di babak delapan besar.
"Itulah satu-satunya tujuan kami, karena kami tidak ingin langkah kami terhenti saat segalanya sedang berjalan dengan sangat baik," pungkasnya.




