Menko Polkam Dukung Polri Usut 3 Kasus Korupsi: Percayakan ke Penegak Hukum

detik.com
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago buka suara terkait pengusutan tiga kasus korupsi yang dilakukan Polri. Dia menegaskan pemerintah mendukung pengusutan kasus itu dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu.

Djamari juga mengingatkan pentingnya menjaga sinergitas di antara penegak hukum di Indonesia. Dia menyebut Polri dan Kejaksaan Agung memiliki tujuan yang sama dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air.

"Yang terus kita jaga adalah sinergi dan koordinasi antarinstansi. Komunikasi harus terus dibangun guna mencegah potensi kesalahpahaman. Pada dasarnya, Polri, Kejaksaan Agung, maupun institusi penegak hukum lainnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menegakkan hukum yang berkeadilan, termasuk dalam pemberantasan korupsi," kata Djamari dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

"Setiap institusi memiliki tugas dan kewenangan yang diatur oleh undang-undang. Karena itu, sinergi dan koordinasi harus terus diperkuat agar tujuan bersama tersebut dapat tercapai secara lebih efektif," sambungnya.

Baca juga: Polisi Pajang Tumpukan Emas dan Uang Dolar Hasil Geledah 3 Kasus Korupsi

Djamari juga mengimbau masyarakat untuk mempercayakan penyidikan kasus ini kepada para penyidik kepolisian. Dia meyakini kerja para penegak hukum dalam kasus tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh berbagai konstruksi narasi yang tidak berdasar. Percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang saat ini bekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Lebih lanjut, Menko Polkam menegaskan bahwa proses hukum harus diberikan ruang untuk berjalan secara independen tanpa tekanan maupun intervensi dari pihak mana pun. Pemerintah menghormati mekanisme hukum yang berlaku dan meyakini bahwa seluruh aparat penegak hukum memiliki komitmen yang sama dalam menegakkan keadilan.

Dia menambahkan, pengusutan tiga kasus korupsi yang dilakukan Polri sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo dalam memberantas praktik-praktik korupsi. Djamari juga mendorong penegakan hukum yang setimpal dan adil kepada pihak yang nantinya ditetapkan tersangka.

Baca juga: Rumah Jampidsus di Sentul Tak Ada di LHKPN, KPK: Diduga Gunakan Nominee

"Korupsi memang telah lama menjadi tantangan bangsa. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh," jelas Djamari.

"Tidak ada ruang bagi siapa pun yang terbukti melanggar hukum. Tanpa memandang asal institusi maupun kedudukannya, setiap pelanggaran akan diproses dan ditindak secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.




(ygs/imk)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daop 8 Pastikan Jalur Kereta di Kawasan Lumpur Lapindo Aman
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Piala Dunia 2026: Tiba di Kampung Halaman, Timnas Mesir Disambut Meriah
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Mengeluh Sakit di Balai Kota, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Kemarin, takziah ke rumah Rachmat Gobel-Walkot Bandung dilarikan ke RS
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Gang Sempit Disulap Jadi Kebun, Warga Jakbar Raup Cuan dari Hidroponik
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.