JAKARTA, KOMPAS.com - Gang-gang di permukiman RW 07 Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, tak hanya menjadi akses bagi warga.
Lorong-lorong sempit itu kini dipenuhi tanaman hidroponik yang membuat lingkungan lebih hijau sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga.
Bercocok tanam tak hanya dilakukan di kebun. Warga juga memanfaatkan ruang di lingkungan permukiman untuk menanam sayuran secara hidroponik, salah satunya pakcoy.
Salah seorang warga, Endang, mengaku telah menanam pakcoy dengan metode hidroponik di depan rumahnya.
Baca juga: Sampah Rumah Tangga di Jakbar Ini Tak Masuk TPA, Malah Berbuah Panen untuk Warga
"Itu saya yang tanam. Ngerawatnya juga enggak terlalu susah," kata Endang saat ditemui di lokasi, Sabtu (11/7/2026).
Perawatan tanaman hidroponik dilakukan setiap hari dengan menyiram menggunakan air bersih serta memastikan tanaman memperoleh nutrisi dan sinar matahari yang cukup.
"Terus diperhatikan juga nutrisinya, pastiin tanaman ini dapat sinar matahari," ungkap dia.
Dari hasil panen pakcoy, Endang mengaku dapat memperoleh penghasilan hingga Rp 250.000 setiap bulan.
Sayuran tersebut dijual kepada warga sekitar dengan harga Rp 5.000 per 250 gram.
"Kalau udah panen saya jual, saya jualnya per 250 gram itu Rp5.000," kata Endang.
Baca juga: Ketahanan Pangan di Permukiman Warga Jakbar, Begini Cara Kasmin Rawat Kebun
Ia sengaja menjual pakcoy dengan harga terjangkau karena pembelinya merupakan tetangga sendiri.
"Kalau beli di pasar modern mungkin harganya bisa lebih mahal dari yang saya jual," ucap dia.
Keberadaan tanaman hidroponik tak hanya memberi tambahan penghasilan bagi warga, tetapi juga membuat lingkungan permukiman terasa lebih asri.
Salah seorang warga, Diana, mengaku selalu membeli pakcoy hasil panen Endang.
"Alasannya karena murah, sehat, dan bisa mensejahterakan warga sini," kata Diana.
Menurut dia, kegiatan bercocok tanam yang diinisiasi Kelompok Tani (Poktan) GSG 07 membuat lingkungan menjadi lebih bersih sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat.
"Tanggapan saya ini harus lebih ditingkatkan lagi, karena sangat membantu warga sekitar, terutama saya sebagai ibu rumah tangga," katanya.
Baca juga: Pohon Tumbang Usai Tertabrak Truk di Jalan Tubagus Angke Jakbar, Lalin Tersendat
Hal senada disampaikan warga lainnya, Herni. Ia mengatakan, warga merasakan manfaat sejak kegiatan bercocok tanam mulai dijalankan.
"Jadi warganya semakin aktif, lingkungan jadi adem. Apalagi kalau lagi panen, harganya lebih murah kalau dibanding beli di pasar," tutur Herni.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




