Putin Tolak Nego Damai dengan Ukraina, Rencanakan Eskalasi Besar

cnbcindonesia.com
15 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin (via REUTERS/Kremlin.ru)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan secara tegas menolak segala bentuk seruan untuk menegosiasikan perdamaian dengan Kyiv. Hal ini terjadi saat Ukraina masih terus melancarkan serangan ke kilang minyak Moskow yang membuat Negeri Beruang Putih Krisis BBM.

Dua sumber anonim menyebutkan adanya probabilitas yang sangat tinggi bahwa Putin akan meluncurkan eskalasi militer besar-besaran dalam beberapa bulan ke depan guna memecah kebuntuan perang yang kini telah memasuki tahun kelima. Sementara itu, tiga sumber yang dekat dengan Kremlin mengungkapkan bahwa rentetan serangan pesawat tanpa awak (drone) Ukraina yang sukses menghancurkan kilang minyak dan pelabuhan Rusia justru kian mempertebal ambisi Putin untuk terus mengobarkan peperangan.

Fokus utama dari rencana eskalasi militer Putin saat ini difokuskan penuh untuk merebut sisa wilayah Donbas di Ukraina timur yang ia posisikan sebagai harga mati untuk sebuah kemenangan prinsipil bagi Rusia. Guna memuluskan target tersebut, pakar militer Rusia bahkan mulai mendiskusikan opsi perluasan target serangan udara secara radikal, termasuk potensi menggempur pangkalan-pangkalan NATO di negara-negara Baltik dan Rumania yang berisiko menyeret aliansi barat ke dalam konfrontasi bersenjata secara langsung.


Baca: Eks Wamen Ditangkap Korupsi, Rp191 M Ditemukan di Gorong-Gorong Rumah

Di sisi lain, laporan intelijen senior Ukraina menunjukkan bahwa pergerakan Moskow belakangan ini sama sekali tidak mencerminkan persiapan menuju meja perundingan. Militer Rusia justru terindikasi sedang memobilisasi pasukan untuk menggelar operasi baru yang diprediksi bisa meluas hingga ke luar perbatasan Ukraina.

"Para orang Rusia tidak akan menargetkan perang dengan NATO. Tetapi hal itu dapat digunakan untuk memecah belah NATO tentang bagaimana merespons," ungkap Jack Watling dari Royal United Services Institute (RUSI) London.

Langkah keras Moskow ini mencuat tepat setelah Trump mengklaim bahwa resolusi perdamaian sudah berada di depan mata pasca-melakukan panggilan telepon terpisah dengan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Sejauh ini, Moskow masih membuka gestur untuk memperluas serangan.

"Rusia siap untuk penyelesaian damai tetapi memiliki kemampuan yang cukup untuk bertindak secara indenpenden dan melanjutkan operasi militer khusus," tegas Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Baca: Detik-Detik Ngeri Kebakaran Bekas Pabrik Sepatu Bata, Bangunan Ambruk
Perang Urat Syaraf di Garis Depan

Di medan tempur darat, jalannya peperangan masih berlangsung sangat sengit dan melelahkan di sepanjang 1.200 kilometer garis depan akibat efektivitas drone Ukraina yang mampu meredam keunggulan jumlah personel militer Rusia.

Konfrontasi bersenjata belakangan ini berpusat di kota Kostiantynivka, sebuah benteng pertahanan krusial di wilayah Donetsk, di mana Putin sempat mengklaim pasukannya telah menguasai kota tersebut pada hari Jumat (03/07/2026) namun langsung dibantah keras oleh pihak militer Kyiv.

Berdasarkan estimasi dari Center for Strategic & International Studies (CSIS), total korban jiwa, luka-luka, dan hilang dari kedua belah pihak sejak awal invasi telah menembus angka fantastis sekitar 2 juta tentara, dengan 1,4 juta di antaranya berasal dari kubu Rusia.

Guna mengejar target penguasaan penuh sisa wilayah Donetsk, beberapa analis militer barat memprediksi Putin pada akhirnya harus berani mengambil keputusan politik yang tidak populer secara domestik, yakni menerapkan wajib militer massal bagi para pria di Rusia.

Baca: Drama 48 Jam KTT NATO di Rumah Erdogan, Trump Menang Telak

(tps/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: NATO Pamerkan Kesepakatan Senjata Besar di Saat Trump Kecewa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
938 Pedagang Pasar Tradisional di Tulungagung Ditegur, Disperindag Ungkap Penyebab Banyak Kios Kosong
• 18 jam laluberitajatim.com
thumb
Detik-Detik Bupati Sukoharjo Kenakan Rompi Oranye dan Masuk Mobil Tahanan KPK
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Hakim Nyatakan Dedi Congor Terima Rp 30 M dari Bos Perusahaan Kargo
• 23 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Luncurkan SRUK untuk Perkuat Ekosistem Pasar Karbon Indonesia
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Presiden Prabowo Resmikan 5 Bendungan, Telan Anggaran Rp 9,79 T
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.