JAKARTA, KOMPAS.TV – Jam digital di dinding Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan pukul 02.38 WIB saat Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah, Etik Suryani, turun dari lantai atas gedung itu, Sabtu (11/7/2026).
Etik tampak mengenakan rompi berwarna oranye khas tahanan KPK dan celana jins berwarna biru muda. Ia tak sendiri, dua pria lain mengenakan rompi warna yang sama.
Ketiganya melangkah pelan, menapaki satu per satu anak tangga. Sesekali Etik tampak menunduk, tidak ada senyuman yang menghias wajahnya.
Baca Juga: Kapuspenkum Ungkap Alasan Febrie Adriansyah Mundur, Pastikan Penanganan Perkara di Jampidsus Normal
Ketiganya berjalan dengan pengawalan empat petugas KPK. Seorang perempuan berhijab melangkah di depan seperti pembuka jalan, sementara tiga petugas lainnya mengiringi di belakang.
Setibanya di lantai dasar, sejumlah wartawan mencoba bertanya pada Etik, tentang adakah hal yang ingin disampaikan pada masyarakat Sukoharjo, juga tentang apakah ada penyesalan di hatinya.
Namun, Ettik hanya diam. Bibirnya terkatup rapat. Ia terus berjalan pelan menuju mobil tahanan yang sudah menunggu dan membawanya pergi.
Sebelumnya, Kompas TV memberitakan, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Solo Raya sejak Kamis (9/7/2026), termasuk Etik Suryani.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap pihak-pihak yang terjaring OTT diamankan di wilayah Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo.
Dari 18 orang yang diamankan dalam OTT tersebut, mayoritas merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bupati sukoharjo
- etik suryani
- komisi pemberantasan korupsi
- kpk
- ott bupati sukoharjo





