AS-Iran Bakal Berunding Lagi, Trump Tegaskan Gencatan Senjata Sudah Berakhir

detik.com
19 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa pemerintah Iran telah meminta untuk mengadakan kembali perundingan dengan pihak AS. Trump menyebut dirinya telah sepakat agar kedua negara kembali berunding.

"Republik Islam Iran telah meminta kami untuk melanjutkan 'pembicaraan'. Kami telah sepakat untuk melakukannya," tulis Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social, dilansir CNN, Jumat (10/7/2026).

Meski terbuka untuk memulai perundingan kembali dengan Iran, Trump menegaskan enggan mengubah keputusannya terkait gencatan senjata. Ia menyatakan dengan tegas bahwa gencatan senjata terkait konflik AS dan Iran saat ini sudah berakhir.

Baca juga: Sambutan Tak Biasa untuk Trump di Saudi hingga Turki

"Namun, Amerika Serikat telah menyatakan kepada mereka dengan sangat tegas bahwa Gencatan Senjata telah BERAKHIR!" tambah Trump.

Diplomasi di Tengah Ketegangan

Seorang diplomat mengatakan kepada CNN bahwa para negosiator Qatar yang berkoordinasi dengan AS telah bertolak ke Iran untuk bertemu dengan para pejabat di sana. Sebelumnya, seorang pejabat AS menyampaikan bahwa strategi pemerintahan Trump adalah melancarkan serangan, kemudian menghentikan sementara operasi militer. Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah eskalasi lebih lanjut sekaligus memberi ruang bagi jalur diplomasi.

Untuk diketahui, Donald Trump telah menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak berlaku lagi. Hal ini disampaikannya pada Rabu (8/7) setelah Washington melancarkan serangan terhadap Republik Islam tersebut, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

"Sejauh yang saya ketahui, ini (gencatan senjata) sudah berakhir," kata Trump pada KTT NATO di Ankara, Turki, saat ditanya apakah gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.

Baca juga: Iran Wanti-wanti AS dan Israel: Tiap Serangan ke Infrastruktur Akan Dibalas

"Hanya membuang waktu berurusan dengan mereka," cetusnya dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/7).

Sebelumnya, militer AS mengumumkan bahwa pasukannya telah merampungkan operasi terbaru yang menargetkan pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal, jaringan komando, hingga kapal-kapal militer Iran. Serangan tersebut diluncurkan sebagai balasan atas aksi terbaru Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.




(ygs/aik)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewan Adat Gorontalo Beri Gelar Kehormatan Anumerta untuk Almarhum Rachmat Gobel
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persija Jakarta Datangkan Bek Jangkung 199 CM Asal Kroasia, Ini Profilnya
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Berapa Isi Uang dalam Amplop yang Diterima Raja Juli dari Bupati Kuansing? Ini Kata KPK
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
B50 Resmi Diluncurkan, Pengamat Wanti-Wanti Hal Ini
• 9 jam laludisway.id
thumb
Gus Irfan: Asrama Haji Harus Jadi Service Hub Jamaah Umrah
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.