Jakarta: PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. Langkah ini menandai transisi besar perusahaan menuju entitas terbuka dan mendapat sorotan luas dari pelaku pasar serta sejumlah tokoh bisnis nasional.
Prosesi IPO ini dihadiri oleh nama-nama besar seperti Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Garibaldi Thohir (Boy Thohir), dan Axton Salim. Turut hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, serta figur publik seperti Anang Hermansyah, Gading Marten, dan Ariel NOAH. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya perhatian terhadap langkah strategis RANS di pasar modal.
Antusiasme investor langsung terlihat sejak pembukaan perdagangan. Saham RANS naik 34,12 persen dari harga IPO Rp170 menjadi Rp228 per saham, dan langsung menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Pada sesi awal, volume transaksi tercatat 7.683 lot, nilai transaksi sekitar Rp175 juta, dan frekuensi perdagangan mencapai 1.580 kali.
Direktur Utama Rans Entertainment, Nagita Slavina, menyebut Indonesia memiliki potensi besar di sektor industri kreatif yang perlu terus dikembangkan menjadi bisnis yang berkelanjutan.
Sementara itu, Pendiri Rans Entertainment Raffi Ahmad menegaskan bahwa pencatatan saham perdana bukanlah akhir dari perjalanan perusahaan. Menurutnya, IPO menjadi langkah awal bagi RANS untuk menjalankan bisnis dengan tata kelola perusahaan yang lebih baik.
Baca Juga :
RANS Entertainment Resmi IPO, Raup Dana Rp429,25 Miliar
"Saya ingin memberitahu kepada seluruh masyarakat Indonesia, RANS sekarang milik seluruh masyarakat. Di awal sampai sebesar ini dan memang rasanya detik ini alhamdulillah RANS sudah bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujar Raffi Ahmad dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 10 Juli 2026.
RANS menjadi emiten ketujuh yang melantai di BEI sepanjang 2026. Dalam IPO ini, perusahaan melepas 2,525 miliar saham baru atau 20,02 persen dari modal ditempatkan. Dengan harga penawaran Rp170 per saham, RANS mengantongi dana segar Rp429,25 miliar. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi di berbagai lini bisnis. Rinciannya: 37,61 persen untuk konser di sejumlah kota, 19,80 persen untuk akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, dan 18,64 persen untuk pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland. Selain itu, 8,15 persen dialokasikan untuk perusahaan patungan AI bersama PT Feedloop Global Teknologi, dan 6,98 persen untuk pelunasan pinjaman.
Di balik euforia pasar, investor juga perlu mencermati sejumlah catatan fundamental. Menurut prospektus, masih ada tujuh anak usaha RANS yang belum beroperasi secara komersial. Hal ini akan menjadi perhatian dalam menilai efektivitas strategi ekspansi perusahaan ke depan.
Dengan respons positif pada hari pertama perdagangan dan rencana ekspansi ke sektor hiburan, gaya hidup, teknologi, dan kreatif, IPO RANS menjadi salah satu yang paling menyita perhatian sepanjang 2026. Keberhasilan merealisasikan rencana bisnis akan menjadi kunci mempertahankan kepercayaan investor dan menciptakan nilai jangka panjang.




