jpnn.com, NUSA TENGGARA BARAT - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepada seluruh aparat negara untuk mengintrospeksi dan membenahi diri.
Hal itu menjadi harapan terbesar bagi rakyat untuk menciptakan pemerintahan Indonesia yang bersih, bebas dari korupsi, dan sepenuhnya bekerja untuk kepentingan rakyat.
BACA JUGA: Presiden Prabowo: Jangan Melawan Kehendak Rakyat
Menurut dia, seluruh aparatur negara, baik di pemerintahan, birokrasi, TNI, Polri, maupun Kejaksaan, harus menyadari bahwa mereka adalah pelayan rakyat.
Pernyataan tersebut dikatakan Prabowo saat menghadiri acara Peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (10/7).
BACA JUGA: Setelah Prabowo Mencari Erick dan Purbaya, PSSI Fokus Target Indonesia Masuk Piala Dunia 2030
"Saya minta introspeksi, terutama para birokrat kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi," kata Prabowo.
Dia mengingatkan bahwa seluruh atribut dan kehormatan yang dimiliki aparat negara itu berasal dari kepercayaan dan uang rakyat.
BACA JUGA: Prabowo: Indonesia Dibicarakan Dunia Gegara Memimpin Pengurangan Emisi Karbon
"Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu! Kejaksaan, Anda pakai bintang juga, kau! Kau juga milik rakyat!" tegasnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku memahami dan mengerti posisi rakyat tidak lagi menginginkan praktik-praktik korupsi maupun penipuan terus berlangsung di Indonesia.
Oleh karena itu, Prabowo meminta kepada seluruh aparatur negara untuk memperbaiki diri dan tidak mengkhianati amanah yang diberikan masyarakat.
"Jangan melawan kepada rakyat, rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan," tutur Prabowo.
Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk terus memberantas korupsi.
Dia mengakui upaya tersebut menghadapi banyak perlawanan, terutama dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik korupsi.
"Saudara-saudara, kita bersyukur prestasi-prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu yang singkat, dengan perlawanan-perlawanan banyak dari kelompok-kelompok, terutama koruptor-koruptor itu," tambah eks Menteri Pertahanan itu. (dit/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Nilai Terjadi Kekacauan Hukum, YLBHI Desak Prabowo Cabut Perpres 66 Tahun 2025
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




