Megawati usul kerja sama RI-Timor Leste libatkan BRIN dan BPIP

antaranews.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengusulkan penguatan hubungan antara Indonesia dan Timor Leste melalui kerja sama dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Megawati menyampaikan hal itu dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao di Palm Springs, Dili, Jumat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Megawati menjabarkan tiga kerangka kerja sama konkret yang dia usulkan demi memperkuat fondasi hubungan kedua negara ke depan.

Pertama ialah kerja sama maritim dan perubahan iklim melalui BRIN. Sebagai sesama negara kepulauan, menurut Megawati, Indonesia dan Timor Leste menghadapi ancaman nyata perubahan iklim, termasuk gejala El Nino dan risiko kekeringan.

Dia pun mengutus pakar kelautan, yang juga ketua DPP PDI Perjuangan, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri untuk menyusun langkah antisipatif bersama.

Baca juga: Megawati silaturahmi dengan WNI di Timor-Leste

Kedua yaitu kajian nasionalisme komparatif lewat BPIP, di mana Megawati melihat ada benang merah pemikiran ideologis Bung Karno dan Xanana Gusmao karena sama-sama digerakkan oleh semangat pembebasan dari kolonialisme.

Kerja sama itu penting untuk menumbuhkan kembali minat membaca buku fisik di kalangan generasi muda yang kini mulai tergerus arus digitalisasi.

Ketiga yakni kerja sama institusi kepartaian. Megawati menyatakan PDI Perjuangan membuka pintu lebar untuk berbagi pengalaman pelembagaan partai dan penguatan kaderisasi dengan partai politik di Timor-Leste, khususnya partai politik Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor Leste atau CNRT.

Mengingat PDI Perjuangan memiliki rekam jejak sistemik dengan standar kualifikasi ISO dan Sekolah Partai, kerja sama itu diharapkan mampu menggenjot kreativitas dan inisiatif kepemimpinan anak muda serta kader perempuan di parlemen.

Baca juga: Megawati Soekarnoputri ziarah ke Taman Makam Pahlawan Seroja

Pada kesempatan itu, Megawati juga menceritakan pengalamannya mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Seroja pada Jumat pagi. Dia mengatakan telah menyaksikan perkembangan Dili yang kini jauh lebih ramai dibandingkan dengan masa lalu.

Suasana formal mencair saat Megawati melontarkan seloroh khasnya kepada Xanana mengenai masa lalu mereka sebagai tokoh pergerakan yang akrab dengan jeruji besi.

Mengingat kedekatan personal mereka, keduanya bahkan sepakat menolak panggilan formal "Bapak" atau "Ibu", melainkan menyapa dengan "Maun Xanana" (Kak Xanana) dan "Mega". Kepada anak-anak muda Timor Leste yang hadir, Megawati bahkan meminta mereka memanggilnya "Mama".

"Saya sering menggoda Pak Xanana. Kalau beliau menyebut penjara sebagai 'universitas tertutup', saya bilang, Bapak masih kalah dengan bapak saya (Bung Karno). Pak Xanana di LP Cipinang selama tujuh tahun, bapak saya total menjalani 22 tahun penjara dan dibuang tiga kali," seloroh Megawati disambut tawa hadirin.

Baca juga: Megawati goreskan pesan persahabatan di buku tamu Istana Dili

Namun demikian, di balik kelakar tersebut, Megawati menekankan pentingnya makna keteguhan, keberanian, dan kesabaran revolusioner bagi seorang politisi dan pemimpin.

"Tanpa keyakinan, manusia bisa menjadi pengkhianat di tengah jalan hanya demi mencari keuntungan materi. Kita harus berusaha menjadikan jalan hidup kita bermakna," tegas Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut.

Megawati juga memotivasi kaum perempuan agar tidak boleh kalah dalam debat maupun ruang-ruang strategis di jantung demokrasi.

Di akhir pidatonya, Megawati memberikan "suntikan" motivasi agar Timor Leste tidak pernah merasa kecil dalam peta geopolitik.

Dia mengusulkan agar semangat Dasasila Bandung dijadikan mekanisme tetap yang bisa diangkat secara formal saat Timor Leste memegang posisi Keketuaan ASEAN pada 2029.

"Masa depan itu kita yang menentukan, bukan orang lain," pungkas Megawati.

Baca juga: Megawati dan Xanana Gusmao siapkan kursus kaderisasi lintas negara

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Timor Leste, Francisco Kalbuadi Lay, mengatakan seluruh hidangan yang disajikan sengaja berupa makanan rumahan guna mempertegas atmosfer kekeluargaan secara intim.

Fransisco juga mengapresiasi persiapan matang yang dilakukan delegasi PDI Perjuangan dengan pimpinan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Secara khusus, Fransisco memuji gaya komunikasi Megawati yang dinamis dan berbobot.

"Banyak yang terkesan, Ibu Mega memegang catatan yang ringkas, tetapi poin-poin yang disampaikan sangat luas dan mendalam saat di podium. Kami berharap anak muda di Timor Leste dapat belajar banyak dari ketokohan dua pemimpin besar, Ma Xanana dan Ibu Mega," katanya.

Baca juga: Megawati sebut Indonesia dan Timor Leste temukan jalan peradaban

Kemudian, dalam pidato kehormatannya, Xanana Gusmao menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran Megawati.

Baginya, kehadiran Megawati di Dili adalah pengingat akan momen krusial yang paling membekas dalam hidupnya, yakni pada 20 Mei 2002, saat upacara pemulihan kemerdekaan Timor Leste.

"Di hadapan ribuan rakyat Timor dan para pemimpin dunia, seperti Kofi Annan dan Bill Clinton, kehadiran Anda (Megawati) kala itu mengubah momen kemerdekaan menjadi momen rekonsiliasi yang luar biasa," kenang Xanana.​​​​​​​

Dia menegaskan keputusan Megawati hadir pada tahun 2002 itu mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa hubungan baru dengan Timor Leste yang merdeka bukanlah sebuah kehilangan bagi Indonesia, melainkan sebuah awal baru.

"Anda menunjukkan kepada dunia bahwa mantan pihak yang berseberangan dapat memilih jalan perdamaian dan martabat. Hari ini, Timor Leste tidak memiliki sahabat yang lebih dekat daripada Indonesia," ujar Xanana.​​​​​​​

Xanana juga memberikan penghormatan tinggi kepada ayahanda Megawati, proklamator RI Bung Karno, yang dinilainya sebagai pemimpin global yang berhasil menggerakkan solidaritas bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam menentang kolonialisme demi menegakkan martabat manusia.

Baca juga: Megawati terima penghargaan tertinggi Timor-Leste


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Roti Croissant Mirip Rambut Kemaluan, MUI: Produk Itu tak Cukup Halal
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
[FULL] Analisis Pakar Strategi PPAU soal Eskalasi Perang AS-Iran Usai Pemakaman Ali Khamenei
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Yudi Purnomo Yakin Febrie Adriansyah Bakal Kooperatif
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi III DPR RI Bentuk Tim Pengawas Kasus Batu Bara, Habiburokhman: Kawal hingga Tuntas
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Kriminal kemarin, kasus TPPU hingga pengamen tewas di Jaktim
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.