Parlemen Iran menyatakan konflik dengan Amerika Serikat tidak akan berakhir dengan penyerahan diri, setelah perang antara kedua negara kembali memanas pekan ini usai saling serang.
Hal itu disampaikan kata Negosiator Utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran saat bertemu dengan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, pada Jumat (10/7).
“Mengakhiri perang merupakan prioritas bagi negara-negara di dunia, tetapi semua pihak harus tahu bahwa konfrontasi ini tidak akan pernah berakhir dengan penyerahan Iran,” kata dia sebagaimana dilaporkan kantor berita ISNA dilansir AFP.
“Kapan pun Amerika mengkhianati kesepahaman (perjanjian), kami sepenuhnya siap membela diri; kami akan berdiri teguh melawan mereka dan memperjuangkan hak-hak rakyat Iran,” tambahnya.
Amerika Serikat dan Iran beberapa kali saling melancarkan serangan pekan ini.
Washington menuduh Teheran menargetkan kapal-kapal komersial, sebelum melakukan serangan balasan. Iran kemudian menyatakan telah menyerang aset-aset AS di negara-negara Timur Tengah menggunakan drone dan rudal.
Peristiwa ini terjadi sekitar tiga pekan setelah Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan yang bertujuan mengubah gencatan senjata yang telah berlangsung selama berbulan-bulan menjadi perdamaian yang berkelanjutan. Namun, saling serang yang berlanjut.
Ghalibaf mengatakan bahwa dalam perundingan dengan Washington, ia telah menegaskan kepada Wakil Presiden AS JD Vance bahwa “kami tidak percaya kepada Anda”.
“Menurut pandangan saya, pihak yang dapat berunding dengan Amerika adalah mereka yang siap berperang,” ujarnya.
Presiden AS Donald Trump pada Jumat mengatakan dirinya telah menyetujui perundingan lanjutan dengan Iran, meskipun ia kembali menegaskan bahwa gencatan senjata di antara kedua negara telah berakhir.
Delegasi dari Qatar selaku mediator tiba di Iran pada Jumat untuk melakukan pembicaraan, menyusul eskalasi terbaru antara kedua negara.





