Fenomena: Warga Jawa Paling Irit Belanja Saat Libur Sekolah

cnbcindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Musim liburan sekolah biasanya menjadi momen untuk mengangkat belanja masyarakat. Mulai dari meningkatnya aktivitas perjalanan, makan di luar, belanja kebutuhan, hingga rekreasi biasanya meningkat pada periode ini. Namun, dorongan untuk belanja lebih besar di periode liburan sekolah tahun ini sepertinya tidak begitu kuat.

Berdasarkan laporan Mandiri Spending Index (MSI) per 28 Juni 2026 memperlihatkan bahwa belanja masyarakat memang masih mengalami kenaikan, tetapi kenaikannya sangat terbatas.

Pada minggu keempat Juni atau minggu ketiga libur sekolah , MSI berada di level 123,4. Kenaikannya hanya 0,05% secara mingguan, lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya yang masih tumbuh 0,36%.

Baca: Alarm Buat RI! Kelas Menengah Mulai Putus Asa Cari Kerja

Bila dibandingkan masa sebelum liburan, belanja pada minggu ketiga libur sekolah 2026 hanya naik 0,4%. Kenaikan ini lebih rendah dibanding periode yang sama pada 2025 sebesar 0,8%, dan jauh di bawah 2024 yang mencapai 1,1%.

Belanja di libur sekolah 2026 Foto: Mandiri Spending Index

Data tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat belum berhenti. Warga tetap berbelanja selama libur sekolah. Namun, dorongannya tidak sekuat periode sebelumnya.

Pada libur sekolah 2025, belanja masyarakat cenderung terus meningkat dari pekan ke pekan. Tahun ini, kenaikannya lebih datar. Setelah sempat naik pada minggu kedua, laju belanja kembali melambat pada minggu ketiga.

Sinyal belanja yang tidak terlalu kencang juga terlihat dari Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia. BI memperkirakan penjualan eceran Juni 2026 turun 0,8% secara bulanan, meski lebih baik dibanding Mei 2026 yang turun 1,5%. 

Baca: 8 Indikator Ekonomi RI Bicara, Masih Sehat atau Mulai Sakit?

Secara tahunan, belanja masyarakat masih tumbuh 6,0%. Rata-rata pertumbuhan MSI pada kuartal II-2026 juga tercatat 6,1%, masih lebih tinggi dibanding kuartal II-2025 sebesar 5,9%.

Meski begitu, laju tersebut lebih rendah dibanding kuartal I-2026 yang mencapai 6,4%. Ini menunjukkan belanja masyarakat masih bertahan, tetapi tenaganya tidak sekuat awal tahun.

Tekanan harga juga ikut menjadi latar penting. BPS mencatat inflasi Juni 2026 sebesar 0,44% secara bulanan dan 3,34% secara tahunan. Kenaikan ini salah satunya didorong oleh kelompok transportasi, terutama setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi. 
Saat harga barang dan jasa naik, ruang belanja masyarakat untuk kebutuhan saat liburan ikut menjadi lebih terbatas.

Jawa Jadi yang Paling Lambat

Dari sisi wilayah, seluruh daerah masih mencatat pertumbuhan belanja positif. Namun, kenaikannya tidak merata.

Pulau Jawa menjadi wilayah dengan kenaikan belanja paling kecil pada minggu ketiga libur sekolah. MSI mencatat belanja di Jawa hanya naik 0,02% secara mingguan.

Angka tersebut lebih rendah dibanding Sumatra yang naik 0,04%, Bali-Nusa Tenggara 0,08%, Kalimantan 0,09%, Sulawesi 0,17%, serta Maluku & Papua 0,21%.

Baca: Tiba-tiba Keyakinan Warga RI Soal Ekonomi Turun, Ada Apa?

Kondisi di Jawa menjadi penting karena wilayah ini masih menjadi pusat ekonomi terbesar Indonesia.

BPS mencatat Pulau Jawa menyumbang 57,24% terhadap perekonomian nasional pada kuartal I-2026. Karena itu, ketika belanja di Jawa hanya naik tipis saat libur sekolah, dorongan terhadap konsumsi nasional ikut terasa lebih terbatas.

PertumbuhanMSI periode libur sekolah Foto: MSI

Gambaran yang sama juga terlihat jika belanja dibandingkan dengan periode sebelum libur sekolah.

Pada minggu ketiga libur sekolah 2026, kenaikan belanja di Jawa hanya 0,2% dibanding masa pra-libur.

Kenaikan itu menjadi yang paling rendah dibanding wilayah lain. Maluku & Papua mencatat kenaikan 1,1%, Kalimantan 1,0%, Sulawesi 1,0%, Sumatra 0,7%, dan Bali-Nusa Tenggara 0,3%.

Pertumbuhan tahunan belanja juga menunjukkan pola serupa. Pulai Jawa mencatat pertumbuhan 5,3% YoY, paling rendah dibanding wilayah lain.

Sementara itu, Sulawesi tumbuh paling tinggi sebesar 9,9% YoY, disusul Kalimantan 9,2%, Bali-Nusa Tenggara 7,8%, Maluku & Papua 7,1%, dan Sumatra 6,1%.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Marc Marquez waspadai Alex setelah sapu pole dan sprint Sachsenring
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Gubernur Jateng Buka Suara soal Plt Bupati Sukoharjo usai Etik Suryani Jadi Tersangka KPK
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Terima Pelimpahan Polri, Kejagung Fokus Dalami Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Gol Penentu Mikel Merino Antar Spanyol ke Semifinal Piala Dunia 2026
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Masyarakat Bali Tak Perlu Khawatir, Sensus Ekonomi Tidak Berkaitan dengan Pajak
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.