Kala Jampidsus Akui Rumah yang Digeledah di Sentul, tetapi Tidak dengan Uang di Dalamnya

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengakuan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, soal rumah yang digeledah penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri di kawasan Sentul, Bogor, membuka babak baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola batu bara untuk PT PLN.

Setelah beberapa hari namanya dikaitkan dengan penggeledahan tersebut, Febrie akhirnya membenarkan bahwa rumah mewah di Sentul itu memang merupakan kediaman pribadinya.

Namun, ia menegaskan bahwa uang dalam jumlah besar yang ditemukan penyidik di rumah tersebut bukanlah tanpa pemilik dan seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan itu disampaikan Febrie saat memberikan keterangan pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026), di tengah sorotan publik terhadap penyidikan yang dilakukan Polri.

Baca juga: Drama 24 Jam Febrie Adriansyah: Siang Bantah Isu Mundur, Dini Hari Resmi Lepas Jabatan Jampidsus

Akui rumah milik pribadi

Dalam konferensi pers tersebut, Febrie tidak membantah kepemilikan rumah yang menjadi lokasi penggeledahan penyidik.

“Yang kedua tentang rumah Sentul ya, itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama,” kata Febrie.

Menurut dia, riwayat kepemilikan rumah tersebut dapat ditelusuri sejak awal sehingga tidak ada yang perlu dipersoalkan.

Namun, ketika menyinggung barang-barang yang ditemukan penyidik, Febrie menegaskan seluruh uang yang berada di rumah tersebut memiliki pemilik yang jelas.

“Dan mengenai uang tadi kan sudah saya jelaskan yang ditemukan, bahwa itu ada pemilik, ya bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang juga terima kegiatan, itu bisa juga ditanya,” ucap dia.

Baca juga: Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jabatan Jampidsus

Ia juga mengatakan terdapat aktivitas pembangunan di rumah tersebut yang dapat diverifikasi.

“Kemudian juga ada beberapa kegiatan bangunan yang bisa dicek. Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar,” tambahnya.

Brankas berisi emas dan uang ratusan miliar

KOMPAS.com/PUTRA RAMADHANI ASTYAWAN KONTRIBUTOR BOGOR Polisi sedang menghitung jumlah emas batangan dan uang tunai dari dalam kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dok Polres

Rumah di Sentul menjadi salah satu lokasi yang digeledah penyidik Kortastipidkor Polri pada Kamis (9/7/2026).

Penggeledahan itu merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi tata kelola batu bara yang diduga berdampak pada terganggunya pasokan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) hingga memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah Indonesia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan, penyidik menemukan sebuah brankas tersembunyi yang berisi sejumlah koper.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pekerja WNA Sempat Teriak Minta Tolong Sebelum Masuk Gorong-gorong Jaktim
• 2 jam laludetik.com
thumb
DK PBB tuntaskan dialog informal dengan tiga kandidat Sekjen PBB
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Info KPK soal Rumah Jampidsus di Sentul, Oalah
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Sedang Berlangsung! Spanyol Vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026, Ini Susunan Pemain dan Link Live Streaming
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Kemkomdigi Tegaskan Kualitas Data Desa Menjadi Kunci Keberhasilan Implementasi RUU Satu Data Indonesia
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.