Seorang warga negara asing (WNA) yang menjadi salah satu korban tewas dalam insiden di gorong-gorong proyek di Jakarta Timur sempat berteriak meminta bantuan. WNA tersebut diduga berupaya menolong rekannya yang lebih dulu tak sadarkan diri.
Hal itu disampaikan Ferdi (31), yang menjadi saksi mata di lokasi kejadian. Ferdi mengatakan peristiwa bermula saat seorang pekerja masuk ke dalam gorong-gorong. Namun, pekerja tersebut tak merespons saat dipanggil dari atas.
"Yang pertama masuk orang Indonesia. Dipanggil tidak menyahut, jadinya temannya ikut masuk mau menolong," kata Ferdi saat ditemui di Kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Ferdi, WNA yang diduga merupakan mandor proyek itu kemudian memanggil rekannya dari atas gorong-gorong. Karena tak mendapat jawaban, WNA tersebut tampak panik dan berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.
"Dia berteriak-teriak di sini. Orang sini juga bingung karena bahasanya kan orang sini pada nggak tahu. 'Itu kenapa? Itu kenapa?' begitu," ujarnya.
Ferdi mengatakan warga sempat memperingatkan WNA tersebut agar tidak ikut turun ke dalam gorong-gorong. Namun, karena merasa bertanggung jawab terhadap anak buahnya, korban tetap nekat masuk.
"Sudah dibilang, 'Pak, sudah cukup satu saja yang masuk. Jangan masuk lagi.' Tapi dia tetap nekat. Mungkin mikirnya dia penanggung jawab, mandor," tuturnya.
Tak lama setelah masuk ke dalam gorong-gorong, WNA itu sempat berteriak sekali sebelum akhirnya tak lagi terdengar suaranya. "Sampai berteriak sekali di dalam, terus nggak ada suara lagi. Habis itu diam," ungkapnya.
Tak berselang lama, seorang pekerja lain juga berusaha memberikan pertolongan dengan turun ke dalam gorong-gorong. Namun, korban ketiga itu juga akhirnya tak sadarkan diri.
Ferdi mengatakan warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Namun, saat petugas tiba di lokasi, ketiga korban sudah dalam kondisi pingsan di dalam gorong-gorong.
"Akhirnya telepon pemadam. Tapi pemadamnya juga lama. Intinya orang tiga itu tadi sudah pingsan," imbuhnya.
Sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada Kamis (9/7) Petugas pemadam kebakaran (damkar) menerima permohonan evakuasi korban pukul 09.49 WIB Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.55 WIB.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan salah satu pekerja yang tewas adalah warga negara asing (WNA). Pramono mengatakan ketiganya merupakan pekerja subkontraktor atau pihak ketiga yang tengah mengerjakan proyek.
"Saya sudah mendapatkan laporan dari Dirut PAM Jaya. Memang betul ada tiga orang," kata Pramond di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7).
Pramono menjelaskan, dari tiga korban meninggal dunia. satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA). Sedangkan dua lainnya adalah warga negara Indonesia (WNI).
'Dari tiga orang itu satu WNA, jadi dua warga kita, ungkapnya.
(bel/whn)





