Fakta-fakta OTT Bupati Sukoharjo: KPK Sita Logam Mulia hingga Uang Miliar, Kini Jadi Tahanan

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (9/7/2026) malam.

KPK juga menciduk lima orang yang terjaring OTT tersebut.

Bupati dan empat pihak telah dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta.

Dugaan pemerasan

KPK menyampaikan, OTT yang menjerat Bupati Etik terkait dengan dugaan pemerasan ke para perangkat daerah di Pemkab Sukoharjo.

"Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Baca juga: Penampakan Bupati Sukoharjo Etik Suryani Berompi Oranye dan Digiring ke Mobil Tahanan KPK

Dalam operasi senyap itu, KPK menangkap 5 orang di wilayah Soloraya, Jawa Tengah termasuk Bupati.

Kelima orang tersebut dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta sebelum dibawa ke Jakarta pada Jumat pagi.

Ketika tiba di Gedung Merah Putih, Etik yang mengenakan masker hitam memilih diam dan melanjutkan jalannya menuju lobi saat ditanya awak media terkait penangkapannya.

Penyitaan barang bukti

KPK menyita sejumlah barang bukti berupa logam mulia dan uang tunai miliaran rupiah dalam bentuk mata uang dollar Australia (AUD) dan dollar Singapura (SGD).

"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai, baik rupiah maupun valas, ada dollar Australia, kemudian juga ada dollar Singapura. Totalnya mencapai miliaran Rupiah," kata Budi, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (10/9/2026).

Baca juga: Berompi Oranye, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Resmi Ditahan KPK

Budi mengatakan, tim KPK juga membawa sembilan orang dalam OTT tersebut ke Gedung Merah Putih, Jakarta.

Mereka diamankan di tiga lokasi yaitu Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo.

Lebih lanjut, lima orang yang telah tiba di Gedung KPK berstatus ASN sebanyak tiga orang dan dua orang dari pihak swasta.

"Beberapa yang diamankan mayoritas adalah ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo," ujarnya.

Saat ini, KPK masih mendalami kasus dugaan pemerasan Bupati Etik dan direncanakan akan menggelar konferensi pers pada hari ini, Sabtu (11/7/2026).

Jadi tahanan KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani resmi ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi mulai Sabtu (11/7/2026).

Baca juga: Wakil Bupati Sukoharjo Belum Tahu Duduk Perkara OTT Etik Suryani, Pilih Tunggu Penjelasan KPK

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Etik keluar dari Gedung KPK pada pukul 02.30 WIB dengan mengenakan rompi oranye dan tangan diborgol.

Dia digiring penyidik untuk masuk ke dalam mobil tahanan. Dalam perjalanannya menuju mobil tahanan, Etik memilih diam di hadapan awak media.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TASPEN Salurkan Manfaat JKK dan JKM Rp1,08 Miliar Kepada Dua Keluarga ASN di Kepulauan Riau
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasukan Nigeria Tewaskan 300 Teroris di Wilayah Utara dalam Sepekan
• 13 jam laludetik.com
thumb
Mengapa Tarif Transjakarta Diusulkan Naik?
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Penjualan Eceran Tetap Terjaga, BI Ingatkan Potensi Tekanan Inflasi Meningkat pada Agustus
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Pulangkan 6 Anak PMI, Tangis Haru Pecah di Pendopo
• 12 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.