Pendampingan Berkelanjutan Dongkrak Omzet UMKM

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan. Upaya tersebut harus didukung dengan peningkatan kompetensi serta pendampingan yang berkelanjutan agar memberikan dampak nyata di lapangan.

"Pendampingan harus menghasilkan dampak yang nyata. Ketika pelaku UMKM memperoleh keterampilan baru, mampu memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pasar, maka usaha mereka akan tumbuh dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di sekitarnya," ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangan tertulis, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 10 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Debut RANS di Bursa, Saham Melonjak 34% hingga Sokongan Pebisnis Nasional

Sandiaga menambahkan keberhasilan sebuah UMKM tidak hanya diukur dari kenaikan omzet. Tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Keberhasilan sebuah UMKM bukan hanya diukur dari kenaikan omzet, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan menginspirasi pelaku usaha lain untuk berkembang bersama," tutur Sandiaga.

Dampak nyata dari program inkubasi bentukan Sandiaga Uno ini dirasakan langsung oleh Ningsih, pemilik usaha Tahu Baso Mama Ulum di Jatinegara, Jakarta Timur. Perempuan yang merintis usaha rumahan sejak 10 tahun lalu itu mengaku omzet usahanya kini melonjak dua kali lipat menjadi Rp16 juta per pekan, dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp7 juta hingga Rp8 juta per minggu.

Banjirnya pesanan setelah mengikuti pelatihan membuat Ningsih tidak lagi mampu bekerja seorang diri. Ia pun mengajak para tetangganya untuk membantu proses produksi tahu bakso yang kini juga menginspirasi warga sekitar membuka usaha mandiri.

"Dulu saya mengerjakan semuanya sendiri. Sekarang karena pesanan semakin banyak, saya mengajak tetangga ikut membuat tahu bakso. Dampaknya bukan hanya dirasakan saya dan keluarga. Banyak tetangga yang sekarang bisa berjualan tahu bakso dan mendapatkan tambahan penghasilan setiap hari," kata Ningsih.


Ningsih, pemilik usaha Tahu Baso Mama Ulum di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Dok. Istimewa.

Perjalanan Ningsih membangun usaha tidak instan. Sebelum memproduksi tahu bakso bersama suaminya yang merupakan mantan pedagang bakso keliling, Ningsih adalah seorang penjual jamu keliling menggunakan sepeda yang terpaksa berhenti demi mengurus anaknya yang mulai bersekolah.

Perubahan besar dalam bisnisnya terjadi setelah ia bertemu dengan Coach Ida Noor Meida, Mitra Inkubator Yayasan Indonesia Setara milik Sandiaga Uno, dalam kegiatan bazar dan coaching clinic di Kecamatan Jatinegara pada 2018. Melalui program ini, Ningsih mendapatkan pengetahuan baru mulai dari cara menghitung harga pokok produksi (HPP), strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk promosi.

"Sepuluh tahun lalu saya masih berjualan jamu gendong. Sekarang Alhamdulillah omzet usaha sudah mencapai sekitar Rp16 juta per minggu dari bakso tahu. Pendampingan ini membuat saya lebih percaya diri memasarkan produk melalui media sosial dan menerapkan ilmu yang saya dapat selama pelatihan," ucap Ningsih.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Senapan Tentara Arab Saudi Akan Diproduksi PT Pindad, Senjata Kita Teruji
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri dari Jampidsus Kejagung
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Prof. Zainuddin Maliki: Indeks Desa Harus Jadi Instrumen Transformasi Sosial, Bukan Sekadar Alat Ukur
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Diskon BPHTB 50% untuk Rumah Pertama di Jakarta, Simak Syaratnya
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Saat ”Donald Trump” Ditahan KPK di Ruang Sidang DPR
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.