Peneliti UI kembangkan metode perkuat keselamatan reaktor nuklir

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Depok (ANTARA) - Doktor Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Dr Ratih Luhuring Tyas berhasil mengembangkan sebuah metode analisis keselamatan yang lebih komprehensif terhadap reaktor nuklir.

Inovasi tersebut dipaparkannya melalui disertasi yang berjudul "Pengembangan Metode Identifikasi Initiating Event (IE) untuk Analisis Keselamatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)", yang berhasil memperkenalkan sebuah metode bernama ILDFM (Integrated Logic Deviation Failure Method).

Dekan FTUI, Kemas M. Ridwan Kurniawan dalam keterangannya, Sabtu, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi ilmiah ini.

"Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode analisis keselamatan nuklir, khususnya pada aspek identifikasi risiko sejak tahap awal desain dan operasi sistem reaktor," ujarnya.

Kehadiran metode ILDFM menunjukkan bahwa riset di FTUI tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan teknologi strategis dan peningkatan standar keselamatan.

Baca juga: Pakar AS nilai reaktor nuklir modular kecil cocok untuk RI

Metode ini dirancang secara khusus untuk mengidentifikasi initiating event, yaitu peristiwa atau gangguan awal yang berpotensi memicu kecelakaan pada sistem reaktor nuklir, sejak sistem tersebut baru mulai dirancang.

Berbeda dengan pendekatan konvensional yang umumnya hanya berfokus pada masalah teknis mesin, metode ILDFM ini menggabungkan tiga elemen penting: analisis logika sistem, penyimpangan operasi, dan potensi kegagalan alat.

Melalui penggabungan ini, ILDFM mampu memetakan lebih banyak skenario risiko, termasuk mengantisipasi faktor kelalaian manusia (human error) serta bahaya internal seperti kebakaran. Pendekatan menyeluruh ini selaras dengan rekomendasi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Keandalan metode ini telah diuji menggunakan data reaktor rujukan internasional (HTR-10) dan diterapkan pada desain reaktor nasional PeLUIt-40 yang berbasis teknologi reaktor gas suhu tinggi (High Temperature Gas-cooled Reactor/HTGR).

Hasil pengujian membuktikan bahwa ILDFM mampu mengidentifikasi risiko secara lebih luas, sehingga memberikan dasar yang lebih kuat bagi keselamatan reaktor.

Baca juga: Indonesia, AS, Jepang bahas penerapan reaktor modular kecil nuklir

Atas pencapaian ini, penelitian tersebut telah menghasilkan pengajuan paten sederhana serta hak cipta untuk perangkat lunak visualisasi bernama ILDFM-Viz.

Bagi masyarakat luas, isu mengenai energi nuklir sering kali memicu kekhawatiran, terutama mengenai risiko kebocoran atau kecelakaan fatal.

Di sinilah temuan Dr Ratih menjadi sangat krusial, karena metode ILDFM ini berfungsi sebagai "sistem pelindung berlapis" yang memastikan PLTN di masa depan dirancang tanpa celah bahaya, baik dari malfungsi teknologi maupun kelalaian manusia.

Dengan kemampuan mendeteksi dan mencegah risiko kecelakaan sejak tahap rancangan awal, metode ini menjadi wujud ikhtiar dalam memberikan jaminan keamanan yang riil bagi publik.

Lebih lanjut apabila ditelaah dari segi manfaat jangka panjangnya, masyarakat dapat menikmati pasokan listrik dan energi yang bersih, murah, dan efisien tanpa harus merasa was-was akan keselamatan jiwa dan lingkungan mereka.

Baca juga: BRIN lakukan pemeriksaan fasilitas untuk operasional reaktor nuklir


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komjak Minta Tindakan Kortastipidkor Tidak Dimaknai sebagai Ketidakharmonisan Kejagung dan Polri
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun bagi Jutaan Pekerja
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Didorong Jadi Calon Ketum PBNU, Begini Jawaban KH Zulfa Mustofa
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Peras Anak Buah sejak 2021, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terima Setoran Rp 2,93 Miliar
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Wajib Pungut Non-Pemerintah: Tugas Negara yang Dibebankan ke Rakyat
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.