REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Pentagon pada Jumat waktu AS kembali merilis gelombang terbaru dokumen terkait UFO atau fenomena anomali tak dikenal (unidentified anomalous phenomena/UAP). Lansiran terkini itu menunjukkan sejumlah penampakan UFO paling jelas yang terkonfirmasi bukan hoaks.
Salah satu laporan berasal dari seorang penerbang militer yang menyatakan telah melihat objek misterius yang "tidak seperti apa pun yang pernah saya lihat" selama 28 tahun bertugas.
Paket dokumen yang dirilis kali ini mencakup 40 berkas, terdiri atas 14 dokumen, 19 video, empat rekaman audio, dan tiga gambar. Berkas-berkas tersebut berasal dari berbagai lembaga, yakni Pentagon, NASA, CIA, FBI, dan Departemen Energi Amerika Serikat.
Pentagon mengunggah dokumen tersebut ke situs resminya yang memuat arsip UFO/UAP. Seluruh materi itu dipublikasikan berdasarkan perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada awal tahun ini.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Seperti pengungkapan sebelumnya, dokumen yang dirilis merupakan gabungan arsip sejarah yang sebagian besar tidak disensor serta laporan dan rekaman mengenai insiden yang lebih baru.
Salah satu dokumen penting berasal dari Departemen Energi yang mengungkap adanya penyusupan objek tak dikenal ke wilayah udara fasilitas senjata nuklir Pantex, dekat Amarillo, Texas, pada September 2015. Dokumen itu memuat kesaksian dua petugas yang mengejar objek tersebut ketika fasilitas nuklir itu diberlakukan penguncian (lockdown).
Rekaman Angkatan Laut Amerika Serikat mengenai fenomena anomali tak dikenal dari sensor inframerah di sebuah pesawat sipil di timur AS pada tahun 2019.
"Lantaran tidak mampu menyusul objek tersebut, mereka menghentikan kendaraan dan turun. Saat berada di luar, mereka menyadari objek itu tidak mengeluarkan suara. Selain itu, para petugas juga tidak dapat mengidentifikasi sistem pendorong apa pun pada objek tersebut meski telah mengamatinya menggunakan teropong," demikian isi laporan itu. "Setelah diamati selama satu hingga dua menit, objek tersebut kemudian melanjutkan perjalanannya ke arah utara dan meninggalkan area."
Sekitar separuh dokumen bertanggal 2010 atau lebih baru. Video-video yang disertakan menampilkan rekaman inframerah dari kamera militer. Meski kualitas gambarnya buram, rekaman tersebut memperlihatkan objek dan perjumpaan yang belum dapat dijelaskan di berbagai kawasan dunia, termasuk Samudra Pasifik bagian barat, Samudra Atlantik, dan Timur Tengah.
Salah satu insiden terjadi di atas Samudra Atlantik pada 2020. Berkas yang dirilis memuat rekaman objek yang, menurut laporan seorang awak Angkatan Laut AS—yang sebagian besar masih disensor—berwarna merah marun gelap dengan tinggi sekitar 3,6 hingga 4,5 meter.
Rekaman video dari Komando Utara Amerika Serikat terkait fenomena anomali UFO di Laut Atlantik Pada 2020.
"Secara bentuk menyerupai balon berukuran besar yang agak tidak beraturan, tetapi kami tidak dapat memastikannya saat pesawat melintas," tulis petugas sistem persenjataan tersebut. "Kami kemudian kembali ke kapal dan mendarat tanpa insiden."
Laporan itu dikenal sebagai range fouler debrief, yakni formulir standar Angkatan Laut AS untuk mendokumentasikan penyusupan tanpa izin ke wilayah udara yang dikendalikan saat operasi atau latihan militer berlangsung.