TANGERANG, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memastikan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin telah padam setelah berlangsung selama 11 hari.
Meski demikian, petugas masih melanjutkan proses pendinginan di lokasi hingga Selasa (14/7/2026) untuk mencegah munculnya kembali titik api maupun kepulan asap.
"Pemadaman lewat darat yang dilakukan Unit Damkar BPBD tetap dilakukan penyiraman dibantu petugas DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) dalam upaya mengantisipasi jangan ada lagi timbul api atau asap baru selama empat hari ke depan," ujar Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik saat dihubungi Kompas.com via WhatsApp, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Setelah 11 Hari, Akhirnya Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Padam
Kebakaran TPA Jatiwaringin, kata Taufik, telah dinyatakan padam pada Jumat (10/7/2026).
Seiring dengan kondisi tersebut, tidak ada lagi warga yang harus mengungsi akibat asap yang ditimbulkan oleh kebakaran.
"Pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi TPA Jatiwaringin sudah padam dan sudah tidak ada warga yang dievakuasi," kata dia.
Sementara itu, warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Taufik juga menyebut, warga di sekitar TPA tidak lagi diwajibkan menggunakan masker. Meskipun begitu, petugas kesehatan masih disiagakan untuk memantau kondisi warga.
"Petugas kesehatan tetap stay," imbuh dia.
Kebakaran TPA Jatiwaringin sebelumnya berlangsung selama 11 hari, yakni sejak Selasa (30/6/2026) hingga Jumat (10/7/2026).
Saat itu, Api yang merambat hingga 15 hektar itu menimbulkan kepulan asap yang berdampak ke permukiman warga di sekitar lokasi.
Baca juga: Ancaman Ledakan Mengintai di TPA Jatiwaringin, Bara Api Masih Menyala di Bawah Gunung Sampah
Selama proses pemadaman, BPBD mengerahkan personel dan armada pemadam, serta mendapat bantuan berupa tiga helikopter water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran, terutama di bagian atas pada gunungan sampah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang