Grid.ID - Mantan manajer Ruben Onsu dan Sarwendah, Nanda Persada, menyoroti petisi boikot Sarwendah yang ramai diperbincangkan. Hingga saat ini, petisi tersebut sudah mengumpulkan lebih dari 150.000 tanda tangan.
Nanda Persada melihat hal itu sebagai sebuah fenomena. Ia menyinggung soal konsekuensi yang harus diterima seorang artis jika tidak menjaga sikap di hadapan publik.
"Jadi, ini fenomena, ya, bukti bahwa aku udah ngomong sebelumnya, udah ngingetin tuh soal artis harus menjaga attitude, karena ketika ada hal-hal yang tidak etis dari seorang publik figur itu ada konsekuensi," kata Nanda di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
Sebagai mantan manajer, Nanda mengingatkan bahwa publik figur harus bijak dalam menyikapi kritik. Menurutnya, sikap yang kurang baik bisa berdampak pada karier hingga bisnis yang dijalankan.
"Apalagi artis publik figur. Udah pasti netizen itu nyorot, gitu, akan menilai lah. Dan itu konsekuensi yang aku bilang tadi, gitu," jelasnya.
Nanda juga menyayangkan Sarwendah yang tidak segera mengambil tindakan yang tepat terhadap kritik yang dilontarkan oleh netizen, apalagi terkait video viral yang diduga melontarkan kata kasar kepada Ruben.
Ia juga menilai permintaan maaf Sarwendah tidak tulus dan tidak tepat sasaran. Seharusnya, Sarwendah juga mengucapkan permintaan maaf kepada Ruben yang dinilai sebagai korban.
"Mestinya kritikan-kritikan itu segera ditanggapin dengan baik dan bijak. Nah, ini kan masalahnya tidak terlihat yang aku bilang yang dari awal, permintaan maaf yang tulus kepada pihak yang sangkutan langsung, misalnya ke Ruben," terang Nanda.
"Nah, jadi itu jadi, ini sebab-akibat. Jadi, akumulasilah gitu. Jadi, itu yang mungkin membuat masyarakat atau netizen membuat petisi boikot," sambungnya.
Nanda berharap fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama para publik figur. Ia menilai sikap yang baik tetap menjadi kunci agar terus mendapat dukungan masyarakat.
"Jadi, kasus ini semoga jadi pembelajaran, ya. Bukan cuman, eee, isunya aja, tapi juga solusi, dan menjadi pembelajaran buat semua orang," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




