Venezuela, ERANASIONAL.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi besar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Jumat (10/7), sedikitnya 4.118 orang dilaporkan tewas, sementara 16.740 lainnya mengalami luka-luka.
Selain korban jiwa dan luka, ribuan warga hingga kini masih dinyatakan hilang.
Meski operasi pencarian korban selamat telah dihentikan oleh tim penyelamat, banyak keluarga masih bertahan di lokasi bencana untuk mencari kerabat mereka yang diduga tertimbun reruntuhan.
Bencana tersebut semakin memperburuk kondisi Venezuela yang telah lama dilanda krisis ekonomi.
Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam proses pemulihan, termasuk penyediaan bantuan bagi para penyintas.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mendesak agar aset-aset negaranya yang dibekukan di luar negeri segera dilepaskan untuk mendukung upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.
Sebelumnya, pada Rabu (8/7), Rodriguez juga meminta Raja Charles III agar mengembalikan sekitar 30 ton cadangan emas milik Venezuela yang dibekukan sebagai bagian dari sanksi yang diberlakukan Inggris.
Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengajukan permohonan bantuan darurat senilai hampir 300 juta dolar AS, atau sekitar Rp5,4 triliun, guna mendukung penanganan dampak bencana di Venezuela.
Diketahui, dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,5, disusul gempa kedua bermagnitudo 7,2 yang terjadi hanya beberapa detik kemudian, menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah. []




