Jembatan Kota Intan merupakan jembatan pertama yang dibangun Belanda di wilayah Batavia. Desain jembatan dibuat agar tidak menghalangi lalu lintas kapal di aliran Kali Besar. Saat masih aktif beroperasi, jembatan ini telah beberapa kali direnovasi dan berganti sebutan. Saat ini, Jembatan Kota Intan menjadi salah satu ikon obyek wisata Kota Tua Jakarta sebagai pengenang infrastruktur transportasi.
Pada 1619, terdapat Kastel Batavia, benteng pertama VOC yang memiliki empat menara pengintaian (bastion) di setiap sudut benteng. Keempat menara diberi nama dengan jenis-jenis batu mulia.
Kali Besar merupakan salah satu jalur transportasi yang ramai pada saat itu karena menghubungkan Pelabuhan Sunda Kelapa dan kota Batavia.
Hingga awal 1980-an, jembatan masih beroperasi. Ketika permukaan air turun, perahu dapat melintas tanpa mengangkat jembatan.
Geser untuk melihat mekanisme jembatan diangkat
Sistem jungkat-jungkit
Terdapat pemberat di bagian atas gerbang untuk mempermudah mengangkat lantai jembatan.
Linimasa Pembangunan Jembatan Kota Intan
1628 Dikenal sebagai Engelse Brug (Jembatan Inggris). Dibangun VOC sebagai penghubung ”wilayah” Belanda dan ”wilayah” Inggris yang terpisah sungai.
1630 Perbaikan jembatan akibat penyerangan dari Banten dan Mataram. Jembatan ini kemudian dikenal sebagai Hoenderpasarbrug (Jembatan Pasar Ayam) karena terdapat pasar unggas di sisi kanal.
1655 Renovasi akibat banjir. Mendapat sebutan Grote Boom Brug (Jembatan Pohon Besar), karena ada pohon besar di sebelah jembatan.
1933 Jembatan roboh karena bahan kayu lapuk.
1938 Dipugar Oudheidskundige Dienst (Dinas Purbakala Belanda) menggunakan konstruksi besi yang dilapisi kayu dan rantai mekanis.
9 Agustus 1939 Peresmian jembatan bertepatan dengan Hari Oranje di Batavia. Jembatan ini diberi nama Juliana Ophaalbrug untuk menghormati Ratu Juliana dari Belanda.
1950-an Dinamakan Jembatan Kota Intan karena terletak di ujung bastion diamant dari Kastel Batavia.
1970-an Renovasi mengubah bagian ujung akses dari bentuk ramp menjadi tangga.
7 September 1972 Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menetapkannya sebagai benda cagar budaya.
1997 Renovasi memperkuat struktur.
2018 Perbaikan lantai kayu dan penambahan pencahayaan menyambut Asian Games.
2019 Penyemprotan lapisan melamin pada lantai.
2023 Rehabilitasi struktur dan penataan area sekitar
Identitas Bentuk Jembatan Kota Intan
Geser untuk melihat identitas bentuk
Geser untuk melihat jembatan angkat di Indonesia





