Bondowoso (beritajatim.com) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 memastikan seluruh dapur dan peralatan memasak kembali dalam kondisi steril sebelum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beroperasi lagi pada Senin (13/7/2026).
Persiapan dilakukan melalui kegiatan general cleaning secara menyeluruh setelah operasional sempat berhenti selama masa libur sekolah sekitar tiga pekan.
Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, mengatakan tidak ada area yang diprioritaskan dalam kegiatan tersebut. Seluruh bagian, baik di dalam maupun di luar dapur, dibersihkan karena semuanya memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan.
“Semua titik di SPPG penting untuk dibersihkan, baik bagian dalam maupun luar SPPG. Termasuk mencuci dan mensterilkan kembali ompreng sebelum digunakan,” katanya, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Yulia, general cleaning menjadi tahapan wajib sebelum dapur kembali beroperasi. Seluruh ruangan dan peralatan masak harus dipastikan steril agar proses pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan.
Proses sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan makan atau ompreng. Setelah dicuci, ompreng kembali disterilkan menggunakan oven khusus sebelum dipakai untuk distribusi makanan pada hari pertama pelaksanaan MBG.
Selain pembersihan, SPPG Badean 2 juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG sebelum masa libur sebagai bahan penyempurnaan layanan pada semester baru.
Ia mengungkapkan terdapat sejumlah arahan baru dari Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satunya berkaitan dengan efisiensi anggaran insentif relawan dan mitra, serta penyesuaian jadwal distribusi MBG yang kini hanya dilaksanakan lima hari, yakni Senin hingga Jumat.
Saat ini seluruh personel telah kembali bertugas. Sebanyak 50 orang yang terdiri atas relawan dan staf SPPG sudah aktif mempersiapkan operasional dapur.
Mulai Senin (13/7/2026), SPPG Badean 2 akan melayani 2.873 penerima manfaat. Jumlah tersebut bertambah dengan masuknya sasaran baru di wilayah Kelurahan Nangkaan.
Yulia menegaskan kualitas makanan menjadi perhatian utama. Seluruh bahan baku yang diterima dipastikan memiliki kualitas dan kuantitas sesuai standar, kemudian diolah mengikuti prosedur operasional yang berlaku.
“Kami memastikan bahan baku yang datang berkualitas baik dan diolah secara benar. Relawan juga bekerja sesuai SOP agar kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima siswa,” ujarnya.
Pada pekan pertama masuk sekolah, menu yang disajikan masih menggunakan menu yang sebelumnya pernah diberikan kepada siswa. Langkah tersebut dipilih agar relawan dapat kembali menyesuaikan ritme kerja setelah libur panjang.
Menurut Yulia, tantangan terbesar dalam mengaktifkan kembali operasional dapur adalah memastikan seluruh peralatan masih berfungsi dengan baik serta seluruh relawan kembali bekerja sesuai standar operasional.
Ia berharap kualitas layanan MBG di SPPG Badean 2 terus meningkat sehingga makanan yang disajikan semakin disukai para penerima manfaat dan mampu mendukung semangat belajar siswa.
“Kami berharap anak-anak menjaga kebersihan sebelum makan dan menghabiskan makanan yang diberikan agar tubuh sehat dan lebih fokus belajar. Kalau ada saran menu, silakan disampaikan kepada SPPG,” pungkasnya. (awi/kun)




