SBN Ritel ORI030 Tenor 3 Tahun Mulai Ramai Peminat, 6 Tahun Masih Sepi

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030T3 dan ORI030T6 sudah memasuki hari kelima. Sejak pembukaan penawaran, Senin (6/7/2026), minat investor tercatat lebih banyak ke tenor lebih pendek. 

Untuk diketahui, ORI merupakan obligasi negara tanpa warkat yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Instrumen investasi ritel ini hanya bisa diperdagangkan investor domestik/lokal berdasarkan digit ketiga kode single investor identification atau SID. 

Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) mulai menerbitkan obligasi ritel ini pada Senin lalu, dan rencananya ditutup pada 30 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. 

Dengan kupon tetap (fixed rate), minimum pemesanan kedua obligasi ritel ini sebesar Rp1 juta. Sementara itu, maksimum pemesanan untuk ORI030T3 adalah Rp5 miliar dan ORI030T6 (SDG Bond Ritel) sebesar Rp10 miliar.  

Berdasarkan data terbaru Bibit dan Bareksa, selaku mitra distribusi, jumlah pembeli ORI030T3 selama 5 hari masa penawaran tercatat lebih banyak dari ORI030T6. 

Data Bibit menunjukkan bahwa kuota pembelian ORI030T3 masih tersisa Rp6,58 triliun atau 54,9% dari total lelang. Dengan membagi nilai sisa kuota lelang dan persentasenya itu, didapatkan bahwa total nilai indikatif atas target lelang ORI030T3 sekitar Rp12 triliun. 

Baca Juga

  • BRI (BBRI) Tawarkan ORI030, Kupon Tembus 7% per Tahun
  • Pertaruhan Daya Pikat ORI030
  • ORI030 Tawarkan Kupon 7%, Ungguli Rata-Rata Deposito

Sementara itu, data pembelian ORI030T6 di Bibit menunjukkan bahwa kuota masih tersisa Rp6,87 triliun atau 86%. Dengan rumus yang sama, maka total target lelang sekitar Rp8 triliun. 

Kondisi serupa juga terlihat dari data Bareksa. Kuota ORI030T3 dalam kurun waktu 5 hari sudah terjual 45,69% dari target lelang, sedangkan ORI030T6 baru terjual 14,20%. 

Dengan asumsi total target lelang yang sama dengan Bibit, maka estimasi nilai penjualan ORI030T3 di Bareksa yaitu Rp5,48 triliun dan ORI030T6 sebesar Rp1,13 triliun. 

Adapun, berdasarkan informasi di laman DJPPR Kemenkeu, kupon kedua obligasi ini dibayarkan setiap bulannya pada tanggal 15 sepanjang tenor berlaku. Pembayaran kupon akan dilakukan pertama kali pada 15 September 2026. 

ORI030T3 ditawarkan ke investor dengan tingkat kupon 6,9% per tahun dan tanggal jatuh tempo 15 Juli 2029. 

ORI030T6 di sisi lain memiliki tingkat kupon berbeda tipis dengan tenor lebih pendek yakni 7% per tahun. Obligasi ritel ini akan jatuh tempo pada 15 Juli 2032. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Sukoharjo Kantongi Rp2,93 Miliar Hasil Pemerasan Pegawai
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gerakan Langit Biru: Aksi Kader Demokrat Kaltim dan Kutai Timur Tanam Ratusan Pohon di Polder Ilham Maulana
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Dekat hingga Dewasa
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Polisi Tak Tampilkan Foto Hasil Geledah Rumah Sentul, Ini Alasannya
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Gledson Paixao Lengkapi Gerbong Eks PSM Makassar di Persebaya Surabaya: Dari Lawan yang Menaklukkan Gelora Bung Tomo Menjadi Motor Baru Green Force
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.