HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kylian Mbappe kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia setelah membawa Timnas Prancis melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 27 tahun itu bukan hanya mencetak gol saat Les Bleus mengalahkan Maroko 2-0 di babak perempat final, tetapi juga membukukan sederet rekor bersejarah yang belum pernah dicapai Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo.
Gol ke gawang Maroko membuat Mbappe terus memimpin daftar pencetak gol Piala Dunia 2026 sekaligus mempertegas dominasinya di panggung sepak bola terbesar dunia.
Salah satu pencapaian paling mencolok adalah keberhasilannya menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak sedikitnya delapan gol pada dua edisi Piala Dunia yang berbeda.
Sebelumnya, Mbappe mengoleksi delapan gol pada Piala Dunia Qatar 2022. Kini, di Piala Dunia 2026, ia kembali mencapai angka yang sama bahkan sebelum turnamen memasuki partai semifinal.
Rekor tersebut belum pernah dicapai oleh dua ikon sepak bola dunia, Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo.
Tak hanya tajam sebagai pencetak gol, Mbappe juga tampil luar biasa sebagai kreator serangan.
Hingga babak perempat final, kapten Timnas Prancis itu telah mengoleksi delapan gol dan tiga assist, sehingga terlibat langsung dalam 11 gol Les Bleus sepanjang turnamen.
Catatan tersebut merupakan kontribusi gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sejak legenda Jerman, Gerd Muller, mencatatkan 13 kontribusi gol berupa 10 gol dan tiga assist pada Piala Dunia 1970.
Lebih impresif lagi, Mbappe menjadi satu-satunya pemain sejak pencatatan statistik modern dimulai pada 1966 yang mampu mencatatkan lebih dari 10 kontribusi gol dalam dua edisi Piala Dunia yang berbeda.
Pencapaian itu semakin memperlihatkan konsistensi luar biasa yang ditunjukkan pemain Real Madrid tersebut di panggung internasional.
Produktivitas Mbappe juga tercermin dari rekor golnya di Piala Dunia.
Hingga kini ia telah mengoleksi 20 gol hanya dari 20 pertandingan, sebuah rata-rata satu gol setiap pertandingan yang sangat sulit ditandingi pemain lain.
Dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026, Mbappe juga berada di posisi terdepan.
Ia memang memiliki jumlah gol yang sama dengan Lionel Messi, yakni delapan gol, tetapi unggul dalam jumlah assist sehingga memimpin klasemen sementara pencetak gol turnamen.
Ketajaman lini depan Prancis musim ini juga tidak lepas dari kontribusi Ousmane Dembele.
Duet Mbappe dan Dembele bahkan menciptakan rekor baru sebagai pasangan pemain pertama sejak Ronaldo Nazario dan Rivaldo pada Piala Dunia 2002 yang sama-sama mampu mencetak sedikitnya lima gol dalam satu edisi turnamen.
Selain kedua pemain tersebut, Les Bleus juga mendapat kontribusi besar dari Michael Olise, Désiré Doué, dan Bradley Barcola yang membuat lini serang Prancis tampil sangat produktif sepanjang kompetisi.
Saat menghadapi Maroko di babak perempat final, dominasi Prancis terlihat jelas.
Pasukan Didier Deschamps melepaskan 22 tembakan dengan sembilan mengarah ke gawang, sementara Maroko hanya mampu menghasilkan lima percobaan dan satu tembakan tepat sasaran.
Kemenangan 2-0 itu juga memastikan Prancis mencapai semifinal Piala Dunia untuk ketiga edisi secara beruntun, menyamai pencapaian Brasil (2002–2010) dan Jerman Barat (1982–1990).
Kini, Prancis tinggal selangkah lagi menuju partai final dan masih menunggu pemenang laga Spanyol kontra Belgia.
Apabila mampu mempertahankan performanya, Mbappe berpeluang menambah koleksi gol, memperlebar jarak dalam perebutan Sepatu Emas, sekaligus membawa Les Bleus kembali tampil di final Piala Dunia.
Dengan usia yang masih berada di puncak karier serta konsistensi yang terus ditunjukkan di level tertinggi, Mbappe semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain paling dominan dalam sejarah Piala Dunia, bahkan dengan sejumlah rekor yang hingga kini belum mampu dicapai oleh Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo.





