Satuan Tugas Pasukan Gerak Cepat Pengamanan Perbatasan RI-PNG (Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG) menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Sabtu (11/7). Ganja itu dikemas dalam kardus, dan coba diselundupkan ke Sorong lewat Bandara Sentani.
"Penyelundupan ini berhasil diendus berkat kejelian luar biasa dari Petugas Bandara dan Prajurit Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG. Saat melakukan pemeriksaan rutin pada mesin X-Ray IAS Cargo Bandara Sentani, petugas mencurigai sebuah paket kardus yang terbungkus rapi. Setelah dilakukan pembongkaran bersama, petugas menemukan 50 paket ganja kering kualitas super seberat 670 gram," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto, lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7).
Berdasarkan data manifest pengiriman Lion Parcel, paket tersebut dikirim oleh terduga pelaku berinisial A-S dari Abepura, Jayapura. Paket itu rencananya diterbangkan menggunakan pesawat menuju Sorong dengan penerima berinisial R-H.
Pasca-penemuan itu, Danpos Jayapura Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG berkoordinasi dengan GM Cargo IAS dan KP3 Bandara Sentani untuk mengamankan barang bukti serta memproses hukum jaringan yang diduga terlibat.
Lucky menegaskan prajurit TNI di wilayah perbatasan memiliki tugas yang tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
"Prajurit TNI di perbatasan tidak hanya menjaga patok negara, tetapi juga melindungi generasi bangsa dari racun narkoba. Kami tidak akan memberi ruang bagi pihak mana pun yang ingin merusak kedamaian bumi Cenderawasih," ucap Lucky.
Dalam keterangannya, Lucky juga mengungkapkan adanya dugaan keterkaitan penyelundupan tersebut dengan pendanaan kelompok separatis di Papua. Berdasarkan analisis intelijen, hasil penjualan narkotika diduga dapat dimanfaatkan untuk mendukung logistik kelompok tersebut.
"Berdasarkan analisis intelijen, tidak menutup kemungkinan bahwa upaya penyelundupan ganja ini merupakan salah satu modus penumpukan dana (logistic funding) yang digerakkan oleh kelompok separatis OPM," kata Lucky.
Ia menambahkan, penggunaan jalur kargo udara menunjukkan adanya upaya memanfaatkan sistem distribusi barang. Namun, menurutnya, kesiapsiagaan personel Satgas Pasgat bersama otoritas bandara berhasil menggagalkan penyelundupan tersebut.
"Negara hadir, dan TNI bersama seluruh elemen masyarakat Papua akan terus berdiri tegak menjaga setiap jengkal tanah perbatasan demi keutuhan serta kedamaian Ibu Pertiwi," tutup Lucky.





