VIVA – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, memberikan apresiasi terhadap salah satu keputusan yang diambil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Menurutnya, keberanian Herdman memanggil pemain muda seperti Matthew Baker menunjukkan bahwa pelatih asal Inggris itu memiliki visi jangka panjang dalam membangun skuad Garuda.
Indra mengaku sengaja tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap Herdman sejak ditunjuk menangani Timnas Indonesia. Ia bahkan memilih menunggu hingga pelatih tersebut menjalani beberapa pertandingan sebelum menyampaikan pandangannya.
Kini, setelah empat laga yang dijalani Herdman, Indra mulai melihat sejumlah hal positif.
"Saya melihat baru empat match, saya minta waktu itu lima match. Baru empat, lebih visioner dia," kata Indra Sjafri dalam wawancara di kanal YouTube Bola Bung Binder.
Salah satu alasan yang membuat Indra memberikan penilaian tersebut adalah keberanian Herdman memanggil sejumlah pemain muda ke tim senior, termasuk Matthew Baker.
Menurut Indra, langkah itu bukan sekadar memberi kesempatan kepada pemain muda, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk mengamankan masa depan Timnas Indonesia.
"Dia panggillah pemain-pemain yang muda. Apalagi kalau Matthew Baker, kalau dia ada debut di senior, berarti dia sudah di-lock duluan itu. Berarti visioner," ujarnya.
Indra menilai keputusan tersebut kemungkinan juga merupakan hasil koordinasi antara Herdman dengan PSSI dalam menyusun regenerasi Timnas Indonesia.
Belum Bisa Menilai Filosofi BermainMeski memuji langkah Herdman, Indra mengaku masih belum bisa memberikan penilaian menyeluruh mengenai filosofi permainan yang dibangun pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Menurutnya, empat pertandingan belum cukup untuk melihat pola permainan yang benar-benar menjadi identitas sebuah tim.
"Kalau cara mainnya juga saya belum lihat John Herdman memakai filosofi yang seperti apa. Belum bisa kita memastikan, belum kelihatan trennya," tutur Indra.
Meski demikian, ia menilai hasil yang diraih sejauh ini sudah menjadi modal positif bagi Herdman untuk melanjutkan proses membangun Timnas Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Indra juga mengingatkan publik agar tidak mudah menghakimi pelatih tim nasional.
Ia menilai, seorang pelatih seharusnya diberikan ruang dan waktu untuk bekerja, bukan langsung dipuji sebelum bekerja ataupun dihujat ketika mengalami hasil buruk.





