Delegasi Militer Amerika Serikat Dijadwalkan ke Lebanon untuk Dukung Implementasi Perjanjian dengan Israel

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Militer Amerika Serikat diperkirakan akan mengunjungi Lebanon dalam beberapa hari mendatang untuk mendukung pelaksanaan perjanjian kerangka kerja yang dirancang mengakhiri konflik antara Israel dan Hezbollah, sebagaimana dilaporkan Financial Times pada Jumat dengan mengutip dua pejabat senior Lebanon.

Delegasi yang akan datang berasal dari Komando Pusat Militer Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) dan dijadwalkan tiba di Beirut sebelum pembicaraan teknis antara Lebanon dan Israel yang akan digelar di Roma pada pekan depan.

Fokus Implementasi Perjanjian

Pertemuan teknis di Roma akan membahas implementasi perjanjian kerangka kerja yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan dicapai pada 26 Juni.

Salah satu poin utama dalam perjanjian tersebut adalah penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa CENTCOM terus melakukan koordinasi dengan Lebanon dan Israel pada tingkat teknis serta logistik.

Namun, juru bicara tersebut tidak memberikan komentar mengenai laporan rencana kunjungan delegasi militer Amerika Serikat ke Lebanon.

Ia mengungkapkan, "Kami telah memasuki tahap implementasi dari perjanjian kerangka kerja ini. Zona percontohan pertama akan mulai dijalankan dalam beberapa hari ke depan, dan zona-zona percontohan berikutnya sedang dipetakan serta direncanakan."

Ia juga mengatakan, "Kami juga akan segera menjalin komunikasi dengan para mitra internasional untuk membantu Pemerintah Lebanon memulihkan kedaulatan secara efektif di zona-zona tersebut maupun di wilayah mereka secara lebih luas."

Identitas juru bicara tersebut tidak diungkapkan karena memberikan pernyataan dengan syarat anonim.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, CENTCOM belum memberikan tanggapan mengenai kabar kunjungan delegasinya ke Lebanon.

Situasi Keamanan di Lebanon

Kementerian Kesehatan Lebanon pada Rabu melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah mencapai 4.321 orang sejak 2 Maret.

Selain korban tewas, sebanyak 12.204 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam periode yang sama.

Pasukan Israel hingga kini masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon bagian selatan.

Sebagian wilayah tersebut telah dikuasai Israel selama puluhan tahun.

Sebagian wilayah lainnya direbut Israel dalam perang yang berlangsung pada 2023–2024.

Dalam ofensif terbaru, pasukan Israel dilaporkan berhasil maju lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Jaktim Perluas Layanan CKG ke Sekolah dan Komunitas
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Febrie Adriansyah Tersangka: KPK Supervisi, Komisi III Ikut Pelototi
• 8 jam laludetik.com
thumb
Deretan Drama Sebelum Febrie Adriansyah Jadi Tersangka
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Live Streaming Perempat Final Piala Dunia 2026 Norwegia vs Inggris: Misi Thomas Tuchel Mematikan Mesin Gol Erling Haaland
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Fakta-Fakta 3 Kasus Korupsi yang Jerat Eks Jampidsus: Penggeledahan hingga Dilimpahkan ke Kejaksaan
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.