REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN-Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bukan sekadar peristiwa yang melibatkan masyarakat Iran semata.
Di tengah jutaan pelayat yang mengikuti rangkaian prosesi selama enam hari di berbagai kota, perhatian publik tertuju pada kehadiran sejumlah influencer, blogger, dan aktivis asing, termasuk beberapa warga Amerika Serikat.
Baca Juga
5 Wasiat Nabi Yahya yang Sempat Hendak Disampaikan Nabi Isa di Masjid Al-Aqsa
5 Tingkatan Orang Sholat dan Balasannya, Kita Berada di Level Mana?
Jauh Sebelum Kertas China Populer, Papirus Sudah Merajai Peradaban dari Era Firaun hingga Arab Islam
Mereka menyatakan datang ke Iran sebagai bentuk solidaritas serta untuk menyuarakan narasi yang berbeda dari pandangan Amerika Serikat dan Israel.
Dikutip Aljazeera, Ahad (12/7/2026), surat kabar The Times melaporkan bahwa Ketua Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam Iran, Mohammad Mahdi Imani Pour, mengatakan kepada Kantor Berita Tasnim bahwa sekitar 400 blogger dan influencer asing datang ke Iran untuk menghadiri prosesi pemakaman tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Di antara para tamu asing itu, sejumlah tokoh asal Amerika Serikat menjadi sorotan karena memiliki pengaruh besar di media sosial.
Dari Jackson Hinkle hingga Christopher Helali
Salah satu yang paling menonjol adalah Jackson Hinkle. Influencer Amerika berusia 26 tahun itu terlihat berada di atas sebuah panggung di salah satu lapangan di Teheran sambil memimpin yel-yel berbahasa Inggris yang berbunyi, “Hancurkan Amerika Serikat” dan “Hancurkan Zionisme”, sembari mengibarkan bendera merah. Rekaman aksinya beredar luas di berbagai platform media sosial.
Hinkle dikenal sebagai pendukung arus politik yang ia sebut sebagai “Komunisme MAGA”. Ia juga termasuk pendiri organisasi baru bernama American Communist Party (Partai Komunis Amerika), yang berbeda dari Partai Komunis Amerika yang telah lama berdiri.