Prabowo Sindir "Tamu Tak Tahu Diri": Datang Tak Diundang, Lama-lama Merampok

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyindir ada tamu-tamu dari negara lain yang datang ke Indonesia tetapi tidak bersikap baik, bahkan berniat merampok.

Awalnya, Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang terlalu baik hatinya, bahkan lugu, karena selalu menyambut baik para tamu.

"Bangsa kita bangsa yang terlalu baik hatinya. Kita ini lugu, benar? Itu sifat bangsa kita," kata Prabowo saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Baca juga: Prabowo: Kabinet Saya Orang-orang Hebat, Putra-putri Terbaik Indonesia

"Kalau ada tamu datang ke rumah kita, walau kita tidak punya minum, tidak punya kopi, tidak punya gula, kita persilakan. Kalau perlu kita ke tetangga kita pinjam gula. Benar?" Ini sifat kita," ujar Prabowo melanjutkan.

Namun, kata Prabowo, kadang kala ada tamu yang datang ke Indonesia justru tidak tahu diri.

Ia menyebutkan, tamu tersebut datang ke Indonesia tanpa diundang, tetapi justru malah merampok Indonesia.

"Kita suka dengan tamu. Kita hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke sini, katanya mau dagang, lama-lama ngerampok," ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi, Salami Jaksa Agung hingga Kapolri

Prabowo tidak menjelaskan secara detail siapa tamu yang dimaksud.

Ia sempat bertanya kepada hadirin agar ia berbicara apa adanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, Prabowo malah menyindir para jurnalis yang disebutnya sedang menunggu ia berbicara hal yang tak tepat.

"Menteri Agama, saya boleh bicara apa adanya? Boleh? Kalian mau saya bicara apa adanya atau tidak? Media nunggu saya bicara kepleset. Enggak apa-apa, wartawan sama gue tuh kawan," kata dia disambut tawa hadirin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD Jabar minta bisnis rugi oleh Jasa Sarana disetop
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Isi Full Tank Suzuki Ertiga, Segini Biayanya!
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Digitalisasi dan Peremajaan Armada Sukses Genjot Jumlah Penumpang KAI
• 13 menit lalubisnis.com
thumb
Gerobak Kopi Keliling Jadi Strategi DIY Angkat Produksi Lokal
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakaran usai Kalah Pemilu adalah Pengkhianat Bangsa
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.