Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Koperasi Ferry Juliantono tidak terburu-buru meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa. Menurutnya, pemerintah lebih mengutamakan kesiapan operasional koperasi dibanding mengejar jumlah yang diresmikan.
Prabowo mengatakan pembentukan Koperasi Merah Putih harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan pemerintah. Ia menegaskan tidak masalah apabila jumlah koperasi yang siap diresmikan belum mencapai target awal.
“Tadi laporan Menteri Koperasi, kita sudah berapa? 12 ribu atau berapa? Koperasi yang sudah terbentuk, silakan. Jangan buru-buru. Kalau kita mampu hanya 5 ribu, kita resmikan 5 ribu,” kata Prabowo dalam Hari Koperasi, Minggu (12/7).
Menurut Prabowo, pemerintah akan melanjutkan pembangunan koperasi secara bertahap. Ia mengibaratkan perjalanan membangun puluhan ribu koperasi sebagai langkah panjang yang harus dimulai dari capaian-capaian kecil.
“Nanti kapan? Insyallah. Langkah 1 ribu kilometer dimulai. Perjalanan 1 ribu kilometer dimulai dengan satu langkah,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan telah menerima laporan bahwa lebih dari seribu koperasi sudah mulai beroperasi. Dalam waktu dekat, jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga mencapai sekitar 5.000 sampai 6.000 koperasi.
“Tidak masalah. Saya dapat laporan sudah operasional 1 ribu kooperasi lebih. Dalam waktu dekat mungkin akan jadi 5 ribu atau 6 ribu, silahkan,” kata dia.
Prabowo menegaskan pemerintah tetap menargetkan pembentukan Koperasi Merah Putih dalam jangka waktu sekitar satu setengah tahun. Namun, menurutnya target tersebut bukan sesuatu yang harus dipenuhi secara kaku apabila pelaksanaannya membutuhkan waktu lebih lama.
“Insyaallah kita akan sampai tujuan kita. Dan pasti kita sampai. Kalau target kita 1,5 tahun dan target itu tidak tercapai, tidak apa-apa. Kita bisa nyusul. Tapi kalau kita tidak punya target, tidak akan sampai-sampai saudara-saudara kalian,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menjelaskan alasan pemerintah memilih mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih dibanding menunggu seluruh tahapan kajian selesai. Menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi yang cepat sehingga pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan prosedur yang memakan waktu panjang.
“Kita harus berpikir besar, berpikir cerdas, berpikir praktis. Jangan teoritis. Saya tahu, saya tahu Pak, sebaiknya bikin naskah akademis dulu Pak,” tegasnya.
Ia menilai penyusunan naskah akademik hingga pelaksanaan proyek percontohan dapat memakan waktu bertahun-tahun, sementara masyarakat membutuhkan manfaat program tersebut secepatnya.
“Rakyat itu suruh nunggu 8 tahun. Saya, saya tidak mau. Saya bertanggung jawab kepada rakyat saya,” kata dia.
Di akhir sambutannya, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk optimistis terhadap keberhasilan program Koperasi Merah Putih. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh keyakinan dan komitmen untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
“Apa bisa? Bisa. Harus bisa. Akan bisa dan akan berhasil saudara-saudara kalian,” pungkasnya.





