Israel Tiba-tiba Tawarkan Diri Kembali Ikut Perang Iran: Kami Siap Tempur Jika Amerika Meminta

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Israel menyatakan kesiapannya untuk kembali bergabung dalam operasi militer melawan Iran. Jika Amerika Serikat (AS) memutuskan melanjutkan aksi bersenjata, pihaknya siap ikut bersama melawan terhadap Teheran.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Dr. Michael Leiter mengatakan pihaknya tidak akan ragu memberikan dukungan militer apabila diminta oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal ini ditegaskannya di tengah memanasnya kembali hubungan Washington dan Teheran.

Baca Juga: Dibongkar Ahli Hukum, Polisi Bisa Kalah Sidang Lawan Febrie Adriansyah di Korupsi TPPU

"Jika Amerika Serikat meminta kami kembali bergabung dalam operasi militer melawan mereka, kami akan berada di sana untuk Amerika Serikat," ujar Leiter, dikutip Senin (13/7).

Trump menurutnya selama ini tetap mengedepankan jalur diplomasi dengan Iran. Namun, Teheran menurutnya telah melanggar syarat utama dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang sebelumnya disepakati kedua negara.

Ia mengatakan satu-satunya kewajiban utama musuh dalam kesepakatan tersebut adalah memastikan terbukanya Selat Hormuz.

"Ketika Amerika Serikat menandatangani MoU dengan mereka beberapa pekan lalu, hanya ada satu hal yang harus dipenuhi, yaitu menjaga Selat Hormuz. Dan mereka sama sekali mengabaikannya," kata Leiter.

Adapun Leiter juga mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menjalankan pembicaraan dengan Lebanon. Ia menegaskan salah satu tujuan utama pihaknya adalah menghilangkan pengaruh dari Kelompok Hizbullah di Lebanon.

"Iran tidak boleh terlibat di Lebanon. Mereka tidak punya urusan di Lebanon, begitu juga Hizbullah," tegasnya.

Menurut Leiter, Israel dan Lebanon memiliki kepentingan yang sama untuk melemahkan Hizbullah. Hal tersebut karena kelompok tersebut dinilai menjadi ancaman bagi stabilitas kawasan.

Israel menurutnya siap menarik diri dari wilayah tertentu apabila kelompok militan tersebut tidak lagi menjadi ancaman keamanan.

Pernyataan Israel mengenai kesiapan kembali berperang muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Hal itu terjadi setelah serangkaian aksi saling serang antara Washington dan Teheran.

Baca Juga: Diungkap Prabowo, Indonesia Pernah Ngutang Demi Jamu 'Perampok' Berkedok Tamu: Katanya Mau Dagang...

Sikap tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa koordinasi militer antara kedua sekutu masih terus berlangsung meski kedua pihak pihak sebelumnya menyatakan tetap membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahfud MD Curigai Tiga Skenario di Balik Pengalihan Penyidikan Kasus Eks Jampidsus
• 40 menit lalukompas.id
thumb
Mendiktisaintek Sebut Kualitas Dosen Menentukan Kemajuan Perguruan Tinggi
• 9 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Kasus Bupati Sukoharjo, PDI-P Sebut Kader Kena OTT Dipecat Seketika
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Tuan Rumah Amankan Empat Gelar Juara di Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Laporan Langsung dari Washington: KTT NATO Berakhir, Trump: “Saya Peringkat Pertama dalam Daftar Target Pembunuhan Iran”
• 20 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.