AS Kembali Serang Iran, Trump Perintahkan Operasi Baru di Selat Hormuz

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Minggu (13/7) waktu setempat.

Pentagon menyebut, operasi militer terbaru itu dilakukan atas arahan langsung Presiden Donald Trump untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi dimulai sekitar pukul 17.00 waktu Pantai Timur AS. Dalam pernyataannya, CENTCOM mengatakan serangan ditujukan untuk mengurangi kemampuan Iran melancarkan serangan terhadap kapal sipil maupun kapal dagang yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.

"Atas arahan Presiden Donald Trump, pasukan Komando Pusat AS melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran," demikian pernyataan CENTCOM dikutip dari CNN.

Di saat yang hampir bersamaan, media pemerintah Iran melaporkan serangan terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Beberapa lokasi yang dilaporkan menjadi sasaran antara lain Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Hajiabad. Otoritas Iran tidak secara langsung menyebut pihak yang bertanggung jawab, namun hanya menyatakan serangan dilakukan oleh "musuh".

Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA) melaporkan antara 10 hingga 11 proyektil menghantam Pulau Qeshm sejak Minggu sore.

Gubernur Qeshm, Hossein Amir Teymouri, mengatakan seluruh titik yang terkena serangan merupakan fasilitas militer dan tidak menimbulkan korban jiwa di pulau tersebut.

IRNA melaporkan serangan juga menghantam sejumlah fasilitas militer lain di Bandar Abbas dan Hajiabad.

Dalam insiden terpisah, seorang teknisi pemeliharaan yang bekerja untuk perusahaan telekomunikasi seluler Iran dilaporkan tewas saat bertugas di Pulau Farur, Distrik Bandar Lengeh, sementara dua pekerja lainnya mengalami luka-luka.

Hormozgan merupakan provinsi yang berada di pesisir selatan Iran dan menghadap langsung ke Teluk Persia serta Selat Hormuz. Kawasan ini memiliki arti strategis karena menjadi pintu keluar sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Serangan terbaru ini menandai berlanjutnya eskalasi konflik antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari terakhir. Ketegangan meningkat setelah Iran memperketat kontrol di Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat menegaskan akan terus menjaga kebebasan pelayaran di jalur perdagangan energi paling vital di dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Demo di Sejumlah Titik Jakarta Pusat Hari Ini, 619 Personel Disiagakan
• 6 menit laludetik.com
thumb
Di Depan Prabowo, Menkop Ingin Koperasi Kembali Jadi Sokoguru Perekonomian
• 5 jam laludetik.com
thumb
Foto: Ekonomi Makin Tidak Pasti, Warga Pilih Mobil Bekas daripada Beli Baru
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Ingin Menanggung Orangtua atau Anak Keempat di BPJS Kesehatan? Ini Cara Mendaftarkannya
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
FIFA Pertimbangkan Piala Dunia 2030 Berformat 64 Tim
• 6 menit lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.