BUOL, KOMPAS.TV - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7/2026) malam merupakan gempa tektonik dangkal akibat aktivitas subduksi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun guncangannya menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 20.46.35 WIB dengan episenter di laut sekitar 37 kilometer timur laut Buol, Sulawesi Tengah. Hasil pemutakhiran BMKG mencatat gempa bermagnitudo 5,1 dengan kedalaman 21 kilometer.
BMKG menjelaskan gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi karena lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," demikian keterangan InaTEWS BMKG.
Baca Juga: BMKG Prediksi 92 Persen Wilayah Indonesia Minim Hujan 14-16 Juli 2026, Cek Daftarnya
BMKG juga menyebut hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme oblique thrust atau pergerakan naik geser.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 21.05 WIB, BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di:
- Karamat.
- Biau.
- Lakea.
- Kota Tolitoli.
- Kota Buol.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, serta dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, hingga dinding berbunyi.
Penulis : Danang Suryo Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- gempa Buol
- BMKG
- Sulawesi Tengah
- gempa tektonik
- aktivitas subduksi
- BPBD





