Startup antariksa asal India, Skyroot Aerospace, siap meluncurkan roket Vikram-1. Ini akan menjadi upaya pertama perusahaan swasta India mengirim satelit ke orbit Bumi.
Peluncuran perdana ini menjadi tonggak penting bagi industri antariksa India, yang selama ini didominasi oleh badan antariksa pemerintah, Indian Space Research Organisation (ISRO).
Didirikan oleh mantan insinyur ISRO, Skyroot Aerospace mengembangkan roket berukuran kecil yang menyasar pasar peluncuran satelit, serupa dengan perusahaan antariksa swasta seperti Rocket Lab dan Firefly Aerospace.
Dilansir REUTERS, roket Vikram-1 memiliki tinggi sekitar tujuh lantai, terdiri dari beberapa tahap peluncuran (multi-stage launch vehicle). Roket ini dirancang untuk membawa muatan hingga 350 kilogram ke orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO).
Skyroot menetapkan jendela peluncuran antara 12 Juli hingga 4 Agustus. Roket tersebut akan lepas landas dari Satish Dhawan Space Centre, pelabuhan antariksa utama India. Peluncuran ini menjadi langkah penting bagi Skyroot, yang pada Mei 2026 lalu berhasil meraih valuasi 1 miliar dolar AS setelah memperoleh pendanaan sebesar 60 juta dolar AS dari GIC dan Sherpalo Ventures. Dengan capaian tersebut, Skyroot menjadi startup antariksa pertama di India yang menyandang status unicorn.
Dalam penerbangan perdananya, Vikram-1 akan membawa sejumlah muatan milik klien dari India maupun luar negeri. Skyroot menjelaskan bahwa tujuan utama misi ini bukan semata-mata mengantarkan satelit ke orbit, melainkan mengumpulkan data kinerja roket selama penerbangan.
Data tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi performa berbagai sistem penting, termasuk sistem propulsi, navigasi (guidance), serta proses pemisahan setiap tahap roket. Hasil uji terbang tersebut diharapkan menjadi dasar penyempurnaan Vikram-1 sebelum digunakan untuk misi komersial secara rutin.
Peluncuran Vikram-1 berlangsung di tengah upaya pemerintah India membuka sektor antariksa yang sebelumnya didominasi negara kepada perusahaan swasta. Melalui kebijakan tersebut, India ingin memperbesar pangsa pasarnya di industri peluncuran satelit global dan berbagai layanan antariksa lainnya yang terus berkembang.
Tidak hanya startup seperti Skyroot, sejumlah perusahaan manufaktur besar India juga mulai masuk ke bisnis roket. Grup industri Larsen & Toubro dan Hindustan Aeronautics Limited (HAL), misalnya, kini mulai mengembangkan kemampuan untuk memproduksi roket sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat industri antariksa.
Pemerintah India sendiri menargetkan nilai ekonomi sektor antariksa mencapai 44 miliar dolas AS pada 2033, menjadikan industri ini sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru negara tersebut.





