HARIAN.FAJAR.CO.ID, SELAYAR- Balai Desa Laiyolo Baru di Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, menjadi pusat kegiatan pelatihan budidaya jamur kuping pada Minggu, 5 Juli 2026. Pelatihan ini melibatkan sembilan belas anggota dari dua kelompok tani hutan, Padang Oge dan Taipa Joko, yang digelar oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari Program Kemitraan bertajuk “Transfer Teknologi Budidaya Jamur Kuping Berbasis Lignoselulosa Pada Kelompok Tani Hutan Padang Oge.”
Pelatihan tidak hanya berupa teori, tetapi peserta juga langsung mempraktikkan pembuatan media tanam dari bahan berlignoselulosa hingga proses inokulasi bibit jamur kuping. Pendekatan ini sekaligus mengatasi persoalan limbah berlignoselulosa yang melimpah di desa dengan mengubahnya menjadi media tanam produktif.
Ketua tim pelaksana, Ira Taskirawati, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu mengembangkan dan memanfaatkan ilmu yang didapat secara berkelanjutan. Ia berharap Desa Laiyolo Baru dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam budidaya jamur kuping.
Hasiruddin, Ketua Kelompok Tani Hutan Padang Oge, mengungkapkan bahwa sebagian besar warga di desanya bekerja sebagai petani, petambak, dan nelayan dengan latar belakang pendidikan SMP dan SMA. Ia menyambut baik pelatihan ini sebagai peluang menambah penghasilan keluarga.
“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti pada tahap budidaya, tetapi juga berlanjut ke pengolahan pasca panen dan pemasaran hasil,” jelas Hasiruddin saat menyampaikan sambutan. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran tim pengabdian yang memberikan pelatihan tersebut.
Sementara itu, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal di Desa Laiyolo Baru. (*/)





