Bisnis.com, BATAM — Pemerintah Kota Batam menilai manfaat investasi data center tidak hanya diukur dari penyerapan tenaga kerja secara langsung, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan aktivitas ekonomi daerah.
Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan karakter industri data center berbeda dengan sektor manufaktur yang identik sebagai industri padat karya.
"Investasi berbasis teknologi seperti data center, cloud, dan teknologi informasi membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi khusus sehingga fokus utamanya adalah peningkatan kualitas SDM," katanya, dikutip Senin (13/7/2026).
Karena itu, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam terus mendorong peningkatan kapasitas SDM agar mampu memenuhi kebutuhan industri teknologi yang terus berkembang.
"Batam sedang bergerak menuju industri yang lebih modern. Yang dibutuhkan saat ini adalah SDM yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," kata Amsakar.
Menurutnya, kehadiran data center juga akan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Selain membuka peluang bagi tenaga profesional di sektor teknologi, investasi tersebut diperkirakan akan menggerakkan berbagai sektor pendukung.
Baca Juga
- Tarif Tol Sinaksak-Simpang Panei, Ini Penjelasan Hutama Marga Waskita
- BP Batam Wajibkan Pelaporan Digital untuk Cegah Lahan Tidur
- KAI Sumbar Gunakan Biodiesel B50 Secara Bertahap
"Sektor konstruksi akan berkembang selama pembangunan proyek berlangsung. Setelah beroperasi, aktivitas ekonomi diperkirakan ikut meningkat, mulai dari perdagangan, transportasi, kuliner, jasa pendukung, hingga sektor pariwisata," katanya.
Dia menilai manfaat investasi tidak hanya tercermin dari bertambahnya lapangan kerja formal, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat yang menopang ekosistem industri tersebut.
Amsakar mengatakan arah investasi di Batam dalam beberapa tahun terakhir mulai bergeser dari dominasi sektor manufaktur menuju industri berbasis teknologi.
"Jika sebelumnya didominasi sektor manufaktur, kini investasi berbasis teknologi semakin banyak masuk seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai pusat ekonomi digital," katanya.
Di sisi lain, dia memastikan kondisi ketenagakerjaan di Batam terus membaik. Menurutnya, tingginya jumlah pencari kerja lebih banyak dipengaruhi arus migrasi penduduk dari berbagai daerah yang datang ke Batam untuk mencari pekerjaan.
"Kondisi ketenagakerjaan terus membaik. Banyaknya pencari kerja juga dipengaruhi tingginya mobilitas penduduk yang datang ke Batam untuk bekerja," ujarnya.
Terkait kebutuhan air bersih dan listrik untuk operasional data center, Amsakar mengatakan persoalan tersebut telah dibahas sejak awal bersama para investor.
Menurutnya, pemerintah telah menyampaikan tantangan infrastruktur yang dihadapi Batam. Sebagai tindak lanjut, investor menyatakan kesiapan membangun fasilitas pendukung, termasuk jaringan perpipaan dan instalasi sea water reverse osmosis (SWRO) untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Dia menambahkan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan investasi strategis dapat berjalan tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat.
"Dengan perencanaan yang matang, kebutuhan infrastruktur pendukung sudah diantisipasi bersama investor sehingga investasi dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Amsakar.





