JAKARTA, KOMPAS.com - Gegana menyisir seluruh ruangan Sekolah Dasar Negeri 15 Srengseng Sawah Jakarta Selatan usai menerima ancaman bom pada hari pertama masuk sekolah, Senin (12/7/2026) pagi.
Densus 88 menggunakan alat pelacak menyisir ruang kelas, toilet, musala, kantin hingga semak-semak tanaman.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan petugas tidak menemukan adanya bom setelah menyisir sejumlah ruangan.
“Sudah dicek ke sekolahnya. (Informasinya) enggak benar,” kata Nurma saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Senin.
Baca juga: SDN 15 Srengseng Sawah Jaksel Diteror Bom
Nurma Dewi, mengatakan kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.
Seluruh siswa yang semula berkumpul di lapangan untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga diminta pulang ke rumah.
“(Kegiatan belajar mengajar) dihentikan dulu,” ujar Nurma.
Saat ini polisi dan Gegana masih berjaga di depan pintu gerbang sekolah dan beberapa titik di dalam sekolah.
Baca juga: SDN 15 Srengseng Sawah Diteror Bom, Kegiatan Belajar Mengajar Dihentikan
Di balik pagar, dua mobil dari Tim Gegana disiagakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang